Sentra Terpadu Kartini Temanggung Siap Tampung 100 Siswa Sekolah Rakyat Mulai Juli 2025
Mulai Juli 2025, Sentra Terpadu Kartini di Temanggung, Jawa Tengah, akan membuka pintu bagi 100 siswa Sekolah Rakyat jenjang SMA. Peningkatan kuota ini merupakan respons atas permintaan Presiden untuk memperluas akses pendidikan bagi lebih banyak siswa.
Kepala Sentra Terpadu Kartini, Dewi Suhartini, menjelaskan bahwa sebelumnya kuota yang tersedia hanya 50 siswa. "Namun, atas arahan Bapak Presiden, kuota tersebut ditingkatkan menjadi 100 siswa pada tahun ini," ujarnya, Senin (5/5/2025).
Penambahan kuota ini membawa konsekuensi pada penyesuaian fasilitas. Awalnya, 50 siswa direncanakan dibagi menjadi dua kelas dengan masing-masing 25 siswa. Dengan adanya penambahan, 100 siswa akan dibagi menjadi empat kelas.
Penyesuaian juga dilakukan pada kapasitas asrama. Kamar yang sebelumnya dihuni dua orang kini akan diisi empat orang, sementara kamar yang semula menampung delapan orang akan diisi 16 orang. "Kami menggunakan tempat tidur bertingkat untuk memaksimalkan ruang," kata Dewi.
Proses pendaftaran siswa Sekolah Rakyat telah ditutup pada 30 April 2025, dengan total 129 pendaftar. Saat ini, Sentra Terpadu Kartini tengah melakukan seleksi administratif dan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan ini penting untuk memastikan tidak ada siswa yang membawa penyakit menular, mengingat sistem pembelajaran berasrama.
"Karena ini sistemnya berasrama, kami harus memastikan tidak ada siswa dengan penyakit menular," tegas Dewi.
Sekolah Rakyat di Sentra Terpadu Kartini ini bersifat sementara. Pemerintah berencana membangun gedung baru yang akan menjadi lokasi permanen Sekolah Rakyat. Kementerian Pekerjaan Umum akan membangun gedung tersebut.
Pemerintah Kabupaten Temanggung telah mengusulkan dua lokasi potensial untuk pembangunan gedung baru, yaitu Desa Ngipik, Kecamatan Pringsurat, seluas 5,1 hektar, dan Desa Karanggedong, Kecamatan Ngadirejo, seluas 5,3 hektar.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Temanggung, Heri Kardono, menyatakan bahwa Kementerian Sosial telah memverifikasi administrasi terkait usulan tersebut. Selanjutnya, Kementerian Pekerjaan Umum akan memilih salah satu dari dua lokasi tersebut.
"Saya berharap lokasi di Karanggedong yang dipilih karena lokasinya strategis di sentral Temanggung dan dapat mengakomodasi siswa dari berbagai wilayah," ujar Heri, Kamis (24/4/2025).
Heri menambahkan bahwa kedua lahan yang diusulkan saat ini berupa kebun dan tidak ada bangunan yang tersisa. Pembangunan gedung baru menjadi solusi karena pemerintah daerah tidak memiliki gedung yang layak untuk direvitalisasi. Heri berharap gedung baru tersebut dapat digunakan pada tahun 2026.
Berikut adalah ringkasan informasi penting:
-
Penerimaan Siswa Baru:
- Kuota: 100 siswa
- Mulai: Juli 2025
- Lokasi: Sentra Terpadu Kartini, Temanggung
-
Penyesuaian Fasilitas:
- Penambahan kelas menjadi empat
- Penyesuaian kapasitas asrama dengan tempat tidur bertingkat
-
Proses Seleksi:
- Seleksi administratif dan kesehatan
-
Pembangunan Gedung Baru:
- Rencana pembangunan oleh Kementerian Pekerjaan Umum
- Dua lokasi usulan: Desa Ngipik dan Desa Karanggedong
- Target penggunaan: 2026