Polda Bali Perangi Premanisme Guna Jaga Keamanan dan Pariwisata

Apel pagi di Mapolda Bali menjadi momentum penting bagi Kapolda Bali, Irjen Polisi Daniel Adityajaya, untuk menegaskan komitmennya dalam memberantas premanisme di Pulau Dewata. Dalam amanatnya, Kapolda menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian untuk tanpa ragu menindak tegas segala bentuk aksi premanisme yang meresahkan masyarakat dan berpotensi mengganggu stabilitas pariwisata Bali.

Kapolda Daniel menekankan bahwa premanisme, baik yang dilakukan secara individu maupun berkelompok, merupakan pelanggaran hukum yang nyata. Sebagai institusi yang diberi mandat undang-undang, Polri memiliki kewajiban untuk memberantas segala bentuk tindak pidana, termasuk premanisme. Penindakan tegas ini, menurutnya, adalah wujud komitmen Polri dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat Bali.

Lebih lanjut, Kapolda Daniel menyadari betul persepsi negatif dan kritik yang kerap dialamatkan kepada institusi kepolisian. Namun, ia mengajak seluruh personel untuk menjadikan kritik tersebut sebagai bahan evaluasi dan motivasi untuk meningkatkan kinerja di masa mendatang. Ia menekankan bahwa kepercayaan masyarakat adalah modal utama bagi Polri dalam menjalankan tugasnya. Dengan bertindak tegas terhadap premanisme dan kejahatan lainnya, serta terus berbenah diri, diharapkan citra Polri di mata masyarakat akan semakin membaik.

Penegasan Kapolda Bali ini menjadi sinyal kuat bagi para pelaku premanisme bahwa tidak ada ruang bagi mereka di Pulau Dewata. Polri akan terus meningkatkan patroli dan operasi untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi masyarakat dan wisatawan. Dengan sinergi antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan Bali akan tetap menjadi destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berkesan.