Pembentukan Karakter Siswa Melalui Barak: Dedi Mulyadi Berkaca pada Kesuksesan Sekolah Sepak Bola ASAD Jaya Perkasa

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meresmikan program pendidikan karakter berbasis barak militer bagi pelajar di Purwakarta pada Jumat, 2 Mei 2025. Program ini menyasar 69 pelajar yang dinilai memiliki masalah kedisiplinan.

Sebanyak 39 siswa SMP dari Purwakarta akan mengikuti pendidikan disiplin di Resimen Artileri Medan 1 Sthira Yudha, Batalyon Armed 9. Dedi Mulyadi menegaskan bahwa program ini bukanlah pelatihan wajib militer, melainkan upaya untuk membentuk karakter, mental, fisik, dan pola pikir siswa.

Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa konsep pendidikan berbasis barak ini bukan hal baru baginya. Ia mencontohkan keberhasilan program ASAD Jaya Perkasa, sebuah sekolah sepak bola yang didirikannya pada tahun 2013 saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Program ASAD (Anak Sepak Bola Asal Desa) Jaya Perkasa dikenal dengan pendekatan disiplin ala militer.

Anak-anak dari berbagai desa di Indonesia dikumpulkan di barak, diberikan pelatihan sepak bola intensif, pendidikan formal, dan didisiplinkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pola makan dan kegiatan beternak. ASAD Jaya Perkasa pernah menembus perempat final Danone Nations Cup 2014 di Brasil, mengalahkan juara bertahan turnamen tersebut.

ASAD telah melahirkan sejumlah pemain nasional, termasuk Fajar Fathur Rahman, pencetak gol terbanyak Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2023. Alumni ASAD lainnya seperti Yadi Mulyadi, Hamsa Medari Lestaluhu, Muhammad Talaohu, dan Ahludz Ziqri juga pernah membela Timnas U-16 dan U-15 di berbagai kejuaraan internasional pada tahun 2017-2018.

Prestasi lain dari ASAD adalah kesempatan dua siswanya, Ahlul Dzikri dan Hamzah Lestaluhu, untuk berlatih bersama klub Liga Inggris, Queens Park Rangers, pada tahun 2017. Pada tahun 2018, Thoriq Tifana Maulida dikirim ke akademi Real Madrid untuk berlatih bersama tim muda Castilla. Program ini juga memberikan pendidikan alternatif gratis bagi anak-anak desa. Siswa bahkan menerima gaji bulanan sebesar Rp 300.000, serta insentif tambahan saat mengikuti turnamen nasional maupun internasional.

Dengan modal keberhasilan ASAD, Dedi Mulyadi optimis pendekatan pendidikan berbasis disiplin barak militer dapat menjadi solusi pembentukan karakter generasi muda Jawa Barat. Program ini diharapkan dapat membantu siswa mengembangkan mental yang kuat, disiplin, dan memiliki pola pikir yang positif untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Program ini menjadi sorotan dan menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Beberapa pihak mendukung langkah ini sebagai upaya meningkatkan karakter siswa, sementara yang lain mengkhawatirkan pendekatan militeristik dalam pendidikan. Diharapkan program ini dapat dievaluasi secara berkala dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa, sehingga tujuan pembentukan karakter yang positif dapat tercapai.

Berikut adalah beberapa poin penting mengenai program pendidikan karakter berbasis barak militer:

  • Tujuan Utama: Pembentukan karakter, mental, fisik, dan pola pikir siswa.
  • Target Peserta: 69 pelajar yang dianggap "sulit diatur".
  • Lokasi: Resimen Artileri Medan 1 Sthira Yudha, Batalyon Armed 9.
  • Inspirasi: Keberhasilan program ASAD Jaya Perkasa.
  • Model Pendidikan: Disiplin barak militer dengan fokus pada pengembangan diri.