Proyek Jalan Tol Diduga Picu Genangan di Pademangan, Warga Keluhkan Dampak Aktivitas Terhambat
Hujan deras yang mengguyur Jakarta Utara dalam beberapa waktu terakhir, ditambah adanya proyek pembangunan jalan tol di Jalan RE Martadinata, diduga menjadi penyebab utama terjadinya genangan air yang mengganggu aktivitas warga di Pademangan Barat. Keluhan demi keluhan pun bermunculan dari masyarakat yang merasakan dampak langsung dari kondisi ini.
Salah seorang warga, Yeti (53), mengungkapkan betapa sulitnya aktivitas sehari-hari menjadi terhambat akibat genangan air yang mencapai rumah-rumah mereka. "Menghambat banget. Anak sekolah pada kasihan kebasahan," ujarnya dengan nada prihatin saat ditemui di lokasi. Yeti juga menambahkan bahwa air banjir tersebut memiliki ciri yang tidak biasa, yaitu terasa lengket dan mengeluarkan bau yang tidak sedap, menambah ketidaknyamanan warga.
Senada dengan Yeti, Miftahudin (45), warga lainnya, juga menyampaikan keluhannya. Ia menuturkan bahwa genangan air ini sangat mengganggu, bahkan untuk kegiatan beribadah pun menjadi sulit. "Terganggu banget, orang mau shalat di mushala susah," katanya.
Tidak hanya itu, Miftahudin juga menjelaskan bahwa jalanan yang terendam banjir sering kali menyebabkan warga yang melintas, terutama orang tua yang membawa anak-anak, terjatuh karena kondisi jalan yang licin. "Banyak juga orangtua bawa anaknya jatuh karena kan licin," jelasnya. Ia menambahkan bahwa masalah banjir ini semakin sering terjadi sejak adanya proyek pembangunan jalan tol sekitar satu tahun lalu.
Warga, bersama dengan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), pihak kelurahan, dan Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Utara, telah berupaya mengatasi masalah banjir ini dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan menyedot air yang menggenang di rumah warga. Namun, upaya ini tampaknya belum membuahkan hasil yang signifikan karena air terus meluap kembali.
"Sudah satu tahun terdampak. Kita menyedot, airnya ada lagi, sedot airnya ada lagi," ungkap Miftahudin dengan nada pasrah. Kondisi ini menunjukkan bahwa penanganan banjir di wilayah Pademangan Barat memerlukan solusi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan agar tidak terus mengganggu aktivitas dan kenyamanan warga.