Prabowo Subianto Tanggapi Polemik Ijazah Jokowi dan Bantah Isu Presiden Boneka
Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menyampaikan komentarnya terkait isu yang mempertanyakan keaslian ijazah mantan Presiden Joko Widodo. Dalam sebuah kesempatan, Prabowo menyatakan keheranannya atas polemik tersebut dan berseloroh bahwa suatu saat ijazahnya pun bisa menjadi sasaran pertanyaan serupa.
"Masalah ijazah dipersoalkan, nanti ijazah saya ditanya-tanya, iya kan?" ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, yang berlangsung pada hari Senin (5/5/2025).
Selain menanggapi isu ijazah, Prabowo juga membantah dengan tegas tuduhan yang menyebut dirinya sebagai presiden boneka yang dikendalikan oleh Jokowi. Ia menjelaskan bahwa hubungannya dengan Jokowi adalah hubungan konsultatif, mengingat pengalaman Jokowi selama 10 tahun menjabat sebagai presiden.
"Saya dibilang presiden boneka, saya dikendalikan oleh Pak Jokowi, seolah Pak Jokowi tiap malam telepon saya, saya katakan itu tidak benar," tegas Prabowo.
Prabowo mengungkapkan bahwa ia juga sering meminta masukan dari tokoh-tokoh senior lainnya, termasuk Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri. Menurutnya, berkonsultasi dengan para pemimpin terdahulu adalah hal yang wajar dan tidak perlu dipermasalahkan.
"Saya menghadap beliau enggak ada masalah, saya menghadap Pak SBY tidak ada masalah, saya menghadap Ibu Mega tidak ada masalah," kata Prabowo. Ia bahkan menambahkan, "Kalau bisa menghadap Gus Dur, kalau bisa. Menghadap Pak Harto, menghadap Bung Karno kalau bisa."
Sebelumnya, Joko Widodo telah melaporkan tuduhan terkait ijazah palsu ke Polda Metro Jaya pada hari Rabu (30/4/2025). Kuasa hukum Jokowi, Yakub Hasibuan, menjelaskan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan pihaknya telah menyerahkan sejumlah bukti video yang menunjukkan keterlibatan beberapa individu.
Berikut adalah daftar inisial pihak-pihak yang diduga terlibat:
- RS
- ES
- RS
- T
- K
Kasus ini terus bergulir dan pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik tuduhan tersebut.