Prabowo Subianto Berkelakar Soal Kehadiran Media Saat Sidang Kabinet Paripurna
Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan terkait pidatonya dalam Sidang Kabinet Paripurna yang berlangsung di Kantor Presiden, Jakarta, pada Senin (5/5/2025). Presiden berkelakar bahwa dirinya telah berbicara terlalu jauh dalam forum tersebut.
Momen ini terjadi ketika Presiden Prabowo tengah menyampaikan anekdot mengenai keinginannya untuk menempuh pendidikan di Universitas Harvard, Amerika Serikat. Keinginan tersebut, menurutnya, tidak pernah terwujud. "Ada lulusan Harvard di sini? Saya sangat kagum sama Harvard. Saya dulu ingin masuk, tapi tidak bisa. Paling banter hanya bisa masuk ke toko bukunya saja. Tapi yang penting Harvard," ujarnya, yang disambut gelak tawa oleh para peserta sidang kabinet.
Setelah menyampaikan anekdot tersebut, Prabowo menyadari kehadiran awak media yang meliput jalannya sidang kabinet. Sontak, ia kembali melontarkan candaan, "Wah, ini sudah kebablasan ini. Kok wartawan masih di sini?"
Ia kemudian meminta pendapat dari para menteri yang hadir mengenai keberadaan wartawan di ruang sidang. Prabowo menanyakan apakah para jurnalis diperbolehkan untuk tetap berada di dalam ruangan atau diminta untuk keluar. Menurutnya, tindakan ini merupakan wujud komitmennya terhadap prinsip-prinsip demokrasi.
Pada akhirnya, Prabowo mempersilakan para wartawan untuk tetap melanjutkan peliputan jalannya sidang. "Tapi kita ini demokratis, ya. Angkat tangan yang setuju wartawan tetap di sini selama lima menit lagi. Oke, demokrasi. Anda boleh di sini lima menit lagi," kata Prabowo.
Para wartawan pun mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Prabowo menanggapi ucapan tersebut dengan mengatakan, "Tidak masalah. Karena ini adalah hal yang baik. Saya di sini, bisa dikatakan, sebagai manajer tim. Jika tim saya berhasil, tentu saya harus memberikan pujian. Saya merasa kerja sama tim kita sangat baik."
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja para menteri dan seluruh jajaran pemerintah. Ia menekankan pentingnya kerja sama tim yang solid untuk mencapai tujuan-tujuan pembangunan nasional.