Pendaki Asal Bogor Hilang di Gunung Binaiya: Pencarian akan Libatkan Unsur Spiritual dan Adat
Gunung Binaiya, Maluku - Misteri menyelimuti hilangnya Firdaus Ahmad Fauji (27), seorang pendaki asal Bogor, Jawa Barat, di Gunung Binaiya, Maluku. Firdaus dilaporkan hilang sejak akhir April 2025, dan upaya pencarian intensif selama seminggu belum membuahkan hasil.
Setelah operasi pencarian yang melelahkan, Basarnas memutuskan untuk menghentikan sementara pencarian sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Kepala Balai Taman Nasional Manusela, Deny Rahadi, mengungkapkan bahwa tim membutuhkan waktu untuk istirahat dan memulihkan kondisi fisik mereka setelah melakukan berbagai pendekatan pencarian tanpa hasil.
Deny Rahadi menyampaikan kejanggalan dalam kasus hilangnya Firdaus. Menurutnya, hilangnya Firdaus di luar kewajaran dan nalar. Ia menambahkan, siapapun yang mendaki Gunung Binaiya harus meminta izin atau kulunuwun kepada penjaga gunung. Bahkan, secara normal, jika Firdaus meninggal dunia, tim pencari seharusnya sudah menemukan tanda-tanda seperti aroma tidak sedap dalam kurun waktu 5 hingga 8 hari pencarian. Namun, selama pencarian yang berulang-ulang di sepanjang sungai dan tebing, tidak ada petunjuk apapun yang ditemukan.
"Mudah-mudahan yang bersangkutan dalam kondisi sehat. Mau percaya dan tidak soal mistis, ya harus kita percayai," ujar Deny, mengisyaratkan kemungkinan adanya faktor non-fisik yang berperan dalam hilangnya Firdaus.
Sebagai langkah selanjutnya, Balai Taman Nasional Manusela berencana untuk berkoordinasi dengan tokoh agama dan tokoh adat setempat. Mereka akan mendiskusikan langkah-langkah pencarian berikutnya dengan melibatkan unsur spiritual dan kearifan lokal. Jadwal pasti untuk pencarian lanjutan belum ditentukan dan masih dalam tahap perencanaan.
Firdaus dilaporkan terpisah dari rombongannya pada Sabtu, 26 April 2025, di sekitar lokasi Nasapeha, salah satu jalur pendakian Gunung Binaiya. Saat itu, kondisi cuaca berkabut dan angin bertiup kencang. Menurut informasi dari Balai Taman Nasional Manusela, Firdaus hilang tanpa membawa makanan, hanya berbekal tiga botol air minum dan tiga buah headlamp.
Menyusul kejadian ini, aktivitas pendakian Gunung Binaiya ditutup sementara mulai 29 April hingga 11 Mei 2025. Penutupan ini diumumkan oleh Plh Kepala Balai Taman Nasional Manusela, Kacuk Seto Purwanto.
Gunung Binaiya, dengan ketinggian 3.027 meter di atas permukaan laut, merupakan gunung tertinggi di Provinsi Maluku dan menjadi bagian dari Taman Nasional Manusela. Gunung ini dikenal sebagai salah satu destinasi pendakian favorit karena keindahan alamnya yang memukau. Namun, medan yang berat dan cuaca ekstrem menjadi tantangan tersendiri bagi para pendaki.