Cak Imin Kritik Efektivitas Dana Bansos Ratusan Triliun Rupiah

Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, menyoroti pengelolaan dana bantuan sosial (bansos) yang jumlahnya mencapai ratusan triliun rupiah. Ia mempertanyakan efektivitas penyaluran dana tersebut yang selama ini terkesan berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi yang jelas.

Dalam acara peresmian Sentra Citra Mandiri (SCM) di Bogor, Jawa Barat, Cak Imin mengungkapkan keprihatinannya terhadap alokasi dana bansos yang menurutnya kurang terarah. Ia menyebutkan bahwa pemerintah mengalokasikan dana bansos hampir 600 triliun rupiah, namun pengelolaannya seringkali didasarkan pada preferensi atau 'feeling' masing-masing pemangku kebijakan. Akibatnya, dampak dari penyaluran dana sebesar itu menjadi kurang optimal dan bahkan tidak terlihat secara nyata.

"Selama ini bergerak sendiri-sendiri berdasarkan feeling menterinya masing-masing," ujar Cak Imin. "Sehingga Rp 500 triliun itu kadang-kadang enggak kelihatan bentuknya apa. Ini program hantu atau program misteri, tidak tahu," imbuhnya.

Cak Imin menekankan bahwa program bansos seharusnya tidak hanya bersifat karitatif, melainkan juga harus mampu menciptakan ekosistem yang mendorong kemandirian dan pemberdayaan masyarakat. Ia berharap SCM Kota Bogor dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, dengan kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk dunia kesehatan, perguruan tinggi, dan kelompok masyarakat.

"Kita ini diperintah oleh Presiden melalui program pemberdayaan, seluruh bantuan sosial (bansos) harus menghasilkan ekosistem pemandirian dan pemberdayaan masyarakat," kata Cak Imin.

SCM Kota Bogor sendiri dirancang sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang menawarkan berbagai pelatihan bisnis, konseling kesehatan mental, dan pendampingan bagi UMKM. Cak Imin berharap SCM dapat terus mengembangkan inovasi berkelanjutan dan melahirkan pemberdayaan berbasis ekosistem, bukan sekadar pemberian bantuan sesaat.