Feri KMP Muchlisa Karam di Perairan Kalimantan Timur: Dua Awak Kapal Hilang dalam Insiden Nahas
Insiden memilukan terjadi di perairan Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Senin (5/5/2025) siang, ketika kapal feri KMP Muchlisa milik PT Sadena Mitra Bahari dilaporkan tenggelam. Peristiwa ini terjadi saat kapal hendak bersandar di Pelabuhan Penajam, namun mengalami kendala teknis yang berujung pada musibah.
Menurut keterangan dari Koordinator Satuan Pelayanan Pelabuhan Kariangau Balikpapan, Karolus Makin, KMP Muchlisa memulai perjalanannya dari Pelabuhan Kariangau pada pukul 12.12 WITA. Namun, sekitar pukul 14.30 WITA, ketika kapal sudah mendekati area sandar pelabuhan, masalah mulai muncul.
"Berdasarkan laporan yang kami terima dari kru kapal, terjadi kerusakan pada bagian propeller dan kemudi, disertai dengan kebocoran pada lambung kapal. Saat itu, posisi kapal sudah berada di kolam sandar Pelabuhan Penajam," jelas Karolus kepada awak media.
Upaya penyelamatan segera dilakukan setelah insiden tersebut. Sebanyak 23 penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat ke daratan oleh tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur. Sayangnya, nasib dua anak buah kapal (ABK), Kahayu (mualim kapal) dan Ilham (klasi kapal), belum diketahui dan masih dalam proses pencarian intensif.
Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) melibatkan berbagai pihak, termasuk Basarnas, KSOP, dan perwakilan dari perusahaan asuransi. Hingga malam hari, upaya pencarian kedua ABK terus dilakukan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal dengan harapan dapat segera ditemukan.
Selain menelan korban jiwa, insiden ini juga menyebabkan sejumlah kendaraan ikut tenggelam bersama kapal. Data manifest mencatat bahwa terdapat beberapa kendaraan di dalam kapal, termasuk mobil pribadi seperti Toyota Avanza dan Honda Brio, sebuah truk tronton, serta sejumlah sepeda motor.
Pihak berwenang saat ini tengah melakukan pendataan ulang terhadap manifest kapal dan melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kecelakaan ini. Proses validasi terhadap jumlah penumpang dan kendaraan juga terus dilakukan untuk memastikan tidak ada korban yang terlewatkan dalam proses evakuasi dan pendataan.