Kardinal Suharyo Tiba di Vatikan: Sambutan Hangat dan Antusiasme Menjelang Konklaf
Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, Uskup Agung Jakarta, telah tiba di Vatikan untuk berpartisipasi dalam konklaf pemilihan Paus yang baru. Kehadirannya sebagai perwakilan Indonesia disambut dengan antusias oleh berbagai pihak.
Setibanya di Vatikan, Kardinal Suharyo, didampingi oleh Romo Adi Prasjojo, Pr, dari Biara Karmel, menyempatkan diri berinteraksi dengan umat dari berbagai negara. Momen ini diabadikan dan dibagikan melalui akun Instagram Humas Keuskupan Agung Jakarta, menunjukkan kedekatan Kardinal Suharyo dengan umat Katolik dari berbagai belahan dunia.
Kardinal Suharyo juga menyempatkan diri mengunjungi patung para imigran di Piazza Santo Petrus, sebuah simbol perhatian Paus Fransiskus terhadap isu imigrasi global. Kunjungan ini mencerminkan komitmen Gereja Katolik terhadap isu-isu kemanusiaan universal.
Perjalanan Kardinal Suharyo kemudian berlanjut ke Aula Paulus VI, tempat pertemuan para kardinal sebelum konklaf dimulai. Di sana, Kardinal Suharyo disambut hangat oleh warga yang hadir. Banyak dari mereka yang menyempatkan diri untuk bersalaman, berbincang, dan bahkan meminta tanda tangan dari Kardinal Suharyo.
Tidak hanya itu, Kardinal Suharyo juga menjadi pusat perhatian awak media yang meliput persiapan konklaf. Ia memberikan wawancara singkat, menyampaikan harapannya untuk proses pemilihan Paus yang berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa Gereja Katolik ke arah yang lebih baik.
Konklaf pemilihan Paus baru akan segera dimulai, dengan 133 kardinal dari seluruh dunia yang memiliki hak suara telah berkumpul di Roma. Para kardinal akan dikarantina di Kapel Sistina untuk melakukan pemilihan secara rahasia hingga terpilihnya Paus yang baru.
Menurut keterangan dari Vatikan, seluruh kardinal elektor akan menginap di Casa Santa Marta dan Santa Marta lama. Mereka akan melakukan perjalanan dari Casa Santa Marta ke Kapel Sistina sesuai keinginan mereka melalui rute yang aman.
Direktur Kantor Pers Tahta Suci, Matteo Bruni, menyatakan bahwa 179 kardinal telah berpartisipasi dalam Kongregasi Umum Kesepuluh, termasuk 133 kardinal elektoral yang akan memilih di Konklaf. Konklaf akan dimulai pada Rabu (7/5) di Kapel Sistina yang akan disterilkan dari dunia luar selama proses pemilihan berlangsung.
Proses konklaf ini menjadi momen penting bagi Gereja Katolik, di mana para kardinal akan memilih pemimpin spiritual yang akan membimbing umat Katolik di seluruh dunia. Kehadiran Kardinal Suharyo dalam konklaf ini menjadi simbol representasi Indonesia dalam proses penting tersebut, serta menunjukkan peran aktif Gereja Katolik Indonesia dalam lingkup global.