BGN Ungkap Faktor Pemicu Insiden Program Makan Bergizi Gratis di Sukoharjo dan Batang
Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penjelasan terkait beberapa insiden yang terjadi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN, Dadan Hindayana, memaparkan beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya masalah dalam program tersebut di Sukoharjo dan Batang.
Dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI, Dadan menjelaskan bahwa insiden di Sukoharjo pada 13 Januari lalu disebabkan oleh masalah teknis. Saat proses memasak sedang berlangsung, pasokan gas untuk menggoreng tiba-tiba habis. Namun, Dadan menegaskan bahwa masalah ini telah diatasi dan tidak terulang kembali.
"Kejadian pertama di Sukoharjo itu karena gas habis saat mau menggoreng. Alhamdulillah, sekarang sudah tidak terjadi lagi karena persiapan yang lebih baik," ujarnya.
Dadan menambahkan bahwa sekitar 40 siswa terdampak pada insiden tersebut. Namun, petugas dengan sigap mengidentifikasi adanya kelainan pada makanan dan segera menarik kembali hidangan yang mengandung telur.
Sementara itu, insiden yang terjadi di Batang disebabkan oleh keterlambatan siswa dalam mengonsumsi makanan yang telah disiapkan. Dadan mengklaim bahwa makanan MBG dikirim dalam kondisi baik dan tepat waktu. Namun, karena adanya acara di sekolah, makanan tersebut terlambat disantap oleh siswa.
"Kejadian di Batang, makanannya sebenarnya baik dan dikirim tepat waktu. Tapi karena ada acara di sekolah, siswa terlambat makan. Sebenarnya, kalau dimakan tepat waktu, tidak akan terjadi apa-apa," jelasnya.
Selain itu, BGN juga menanggapi kejadian di Cianjur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada indikasi keracunan makanan. BGN telah melakukan pengujian terhadap air yang digunakan, fasilitas memasak, hingga muntahan siswa yang terdampak.
"Untuk kejadian di Cianjur, sudah hampir tiga minggu dan hasilnya sudah keluar. Ada dua sekolah yang terdampak dari sembilan sekolah, yaitu 72 siswa dari 2.701 siswa. Hasil lab menunjukkan semuanya negatif, baik tray, air, fasilitas, maupun masakan yang dikonsumsi siswa, termasuk muntahannya," kata Dadan.
Saat ini, BGN masih mencari tahu penyebab pasti dari kejadian di Cianjur, mengingat hasil laboratorium menunjukkan hasil yang negatif.
Berikut rincian penyebab insiden MBG:
- Sukoharjo: Kehabisan gas saat memasak
- Batang: Keterlambatan konsumsi makanan
- Cianjur: Penyebab belum diketahui (hasil lab negatif)