Persaingan Ketat: Ratusan Calon Siswa Berkompetisi Memperebutkan Kuota Sekolah Rakyat SMA di Surakarta
Surakarta, Jawa Tengah - Gelombang antusiasme tinggi menyelimuti proses pendaftaran Sekolah Rakyat tingkat SMA di Surakarta untuk tahun ajaran 2025/2026. Data terbaru menunjukkan bahwa sebanyak 292 calon siswa tengah bersaing ketat untuk mendapatkan tempat di sekolah yang berlokasi di Balai Rehabilitasi Prof Dr Soeharso, Kecamatan Jebres ini.
Sekolah Rakyat jenjang SMA ini akan memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Prof Dr Soeharso, sebuah lembaga di bawah naungan Kementerian Sosial (Kemensos). Pemerintah Kota Surakarta menetapkan kuota sebanyak 100 siswa yang akan dibagi ke dalam empat rombongan belajar (rombel).
"Berdasarkan informasi yang kami terima dari Direktur Centra Terpadu Prof Dr Soeharso, jumlah pendaftar telah mencapai 292 orang," ujar Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Surakarta, Hery Mulyono, dalam keterangan persnya. Proses seleksi akan dilakukan secara cermat untuk memilih calon siswa yang memenuhi kriteria dan berhak mengisi kuota yang tersedia.
Sebelumnya, Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menyampaikan komitmen Pemerintah Kota dalam mendukung program Sekolah Rakyat ini. Pihaknya tengah melakukan pendataan terhadap calon siswa yang memenuhi syarat untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.
"Kami sedang mengidentifikasi siswa-siswa yang berpotensi untuk masuk ke Sekolah Rakyat. Memang, untuk jenjang SMA, kuota yang tersedia adalah 100 siswa," kata Respati.
Selain jenjang SMA, Pemerintah Kota Surakarta juga tengah mempersiapkan lahan seluas 5.000 meter persegi di wilayah Mojosongo untuk pembangunan Sekolah Rakyat jenjang SD dan SMP. Lahan tersebut telah ditinjau oleh perwakilan dari Kemensos dan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU).
Mengenai jadwal pembangunan Sekolah Rakyat di lahan tersebut, Respati menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat.
"Kami telah menawarkan aset Pemkot. Saat ini, kami menunggu keputusan dari Kemensos terkait waktu pelaksanaan pembangunan di sektor tersebut," pungkasnya.
Dengan animo pendaftaran yang tinggi dan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Surakarta serta Kementerian Sosial, Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi alternatif pendidikan yang berkualitas dan inklusif bagi masyarakat Surakarta.