Sentra Antasena Magelang Gandakan Kuota Sekolah Rakyat untuk Tampung Aspirasi Pendidikan

Mulai Juli 2025, Sentra Antasena di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, siap menampung 100 siswa Sekolah Rakyat jenjang menengah atas (SMA). Peningkatan signifikan ini merupakan respon terhadap arahan untuk memperluas akses pendidikan di sentra sosial milik Kementerian Sosial.

Kepala Sentra Antasena, Supriyono, menjelaskan bahwa penambahan kuota ini selaras dengan program pemerintah untuk memperluas jangkauan pendidikan. "Kenaikan kuota ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi untuk mewujudkan 20.000 siswa Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia pada tahap awal," ungkapnya.

Sebelumnya, kuota awal sebanyak 50 siswa dibagi menjadi dua kelas, masing-masing dengan kapasitas 25 siswa. Dengan penambahan kuota, 100 siswa Sekolah Rakyat akan dibagi menjadi empat kelas, memungkinkan proses belajar mengajar yang lebih efektif.

Supriyono juga menyampaikan bahwa dari seluruh sentra sosial milik Kementerian Sosial, hanya dua yang tidak mengalami penambahan kuota penerimaan siswa Sekolah Rakyat, yaitu Sentra Abiyoso Cimahi dan Sentra Mahatmiya Bali. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan ruang dan fasilitas yang tersedia di kedua lokasi tersebut.

Proses pendaftaran siswa Sekolah Rakyat telah ditutup pada 30 April 2025, dengan total 142 pendaftar yang menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat. Saat ini, Sentra Antasena sedang melaksanakan seleksi administratif untuk memastikan calon siswa memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Lebih lanjut, Supriyono menjelaskan bahwa kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat di Sentra Antasena bersifat sementara. Rencananya, seluruh siswa akan dipindahkan ke gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pamong Praja di Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, setelah proses revitalisasi selesai oleh Kementerian Pekerjaan Umum. "Kami memperkirakan, tahun depan siswa kelas XI dan siswa baru Sekolah Rakyat sudah dapat belajar di Pusdiklat Tegalrejo," pungkasnya.

Fasilitas Pusdiklat Tegalrejo diharapkan dapat memberikan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan representatif bagi para siswa Sekolah Rakyat. Langkah ini juga merupakan komitmen pemerintah dalam mendukung pendidikan yang berkualitas dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Berikut adalah poin-poin penting yang perlu diperhatikan:

  • Kuota Sekolah Rakyat di Sentra Antasena meningkat menjadi 100 siswa mulai Juli 2025.
  • Peningkatan kuota merupakan respons terhadap aspirasi untuk memperluas akses pendidikan.
  • Hanya dua sentra sosial yang tidak mengalami penambahan kuota karena keterbatasan tempat.
  • Seleksi administratif calon siswa sedang berlangsung.
  • Kegiatan belajar mengajar akan dipindahkan ke Pusdiklat Tegalrejo setelah revitalisasi.

Upaya peningkatan kapasitas dan fasilitas ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan di Kabupaten Magelang dan sekitarnya. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan Sekolah Rakyat dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri dan meraih masa depan yang lebih baik.