TMMD ke-124: Harapan Baru bagi Keluarga Jailani di Nunukan Setelah Penantian Bantuan Bertahun-tahun

Keluarga Jailani Ali, warga Sei Jepun, Nunukan, Kalimantan Utara, akhirnya dapat bernapas lega setelah bertahun-tahun hidup dalam kondisi rumah yang tidak layak. Rumah mereka yang hanya berukuran 4x6 meter, berdinding seng yang panas, menjadi saksi bisu perjuangan hidup mereka bersama istri dan dua anak yang masih kecil.

Ironisnya, rumah Jailani sering menjadi objek foto oleh berbagai pihak yang menjanjikan bantuan. Namun, janji tinggal janji, bantuan yang dinantikan tak kunjung tiba. Harapan baru muncul ketika TNI hadir melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124.

"Selama di Nunukan, ini bantuan pertama kami. Sering rumah kami difoto, tapi baru kali ini dibantu dan dibangunkan rumah," ungkap Jailani dengan nada syukur kepada Dandim 0911/Nunukan, Letkol Inf. Albert Frantesca Hutagalung. Kebahagiaan terpancar jelas dari raut wajahnya atas bantuan yang diberikan.

Jailani, seorang mantan TKI Malaysia yang kembali ke Indonesia pada tahun 2020, kini bekerja sebagai pengikat bibit rumput laut. Penghasilannya kian hari kian menurun akibat harga rumput laut yang anjlok dan kelangkaan bibit. Kondisi ini semakin memperburuk keadaan ekonomi keluarganya.

"Kami kerja ikat benih rumput laut. Tapi harga rumput laut sudah lama turun, dan yang biasanya satu orang bisa ikat sepuluh tali. Tapi sekarang dibagi rata dengan jumlah buruh yang mengikat. Jadi gaji kami juga turun, apalagi sering tidak ada bibit yang diikat," jelasnya.

Selain masalah rumah yang tak layak huni, keluarga Jailani juga kesulitan mendapatkan air bersih. Mereka hanya mengandalkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari. Saat musim kemarau tiba, mereka terpaksa membeli air dengan harga yang mahal.

Melalui program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) dari Kodim 0911/Nunukan, rumah Jailani akhirnya dibangun ulang. Program ini merupakan bagian dari TMMD Wilayah Perbatasan ke-124 yang difokuskan di Kecamatan Nunukan Selatan.

Selain rehabilitasi rumah, TMMD juga menjawab kebutuhan air bersih warga Nunukan Selatan melalui program Tentara Manunggal Air. "Menjawab kebutuhan air bersih warga Nunukan Selatan, Tentara Manunggal Air menargetkan lima titik sumur bor. Ada yang sudah selesai pengeborannya, di 50 meter baru keluar air," terang Dandim Letkol Inf. Albert Frantesca Hutagalung.

Dengan adanya program TMMD ini, diharapkan kehidupan keluarga Jailani dan warga Nunukan Selatan lainnya dapat menjadi lebih baik. Bantuan rehabilitasi rumah dan penyediaan air bersih menjadi angin segar bagi mereka yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

Berikut rincian program TMMD ke-124 di Nunukan:

  • Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)
  • Pengeboran Sumur Air Bersih
  • Program Tentara Manunggal Air

Diharapkan program ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan dan mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.