Mandiri Sekuritas Targetkan Pertumbuhan Nasabah Signifikan Melalui Program Literasi Keuangan
PT Mandiri Sekuritas berambisi untuk memperluas jangkauan layanannya dengan menargetkan penambahan satu juta nasabah baru hingga akhir tahun 2025. Langkah ini didorong oleh keyakinan akan potensi besar pasar modal Indonesia dan komitmen untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan masyarakat.
Saat ini, Mandiri Sekuritas telah melayani sekitar 600.000 nasabah. Guna mencapai target ambisius tersebut, perusahaan menggandeng PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Mandiri Grup dalam sebuah program bertajuk "Cerdas Investasi, Finansial Mandiri 2025." Inisiatif ini dirancang untuk memberikan edukasi investasi yang mudah diakses, inklusif, dan relevan bagi berbagai lapisan masyarakat.
Program "Cerdas Investasi, Finansial Mandiri 2025" akan fokus pada:
- Pentingnya memiliki tabungan investasi
- Pemahaman dasar tentang pasar modal
- Perencanaan keuangan untuk masa pensiun
Program ini menyasar karyawan Bank Mandiri dan berbagai institusi lainnya di Indonesia melalui kerjasama yang lebih luas.
Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana, menekankan pentingnya sinergi ini dalam mengakselerasi inklusi keuangan nasional. Menurutnya, program ini merupakan wujud komitmen perusahaan untuk mendorong masyarakat berinvestasi secara cerdas dan bertanggung jawab.
Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, menambahkan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan kampanye "Aku Investor Saham" yang digagas oleh BEI. Ia berharap, upaya bersama ini dapat mempercepat penetrasi pasar modal di Indonesia.
Berdasarkan data BEI, hingga akhir April 2025, jumlah investor pasar modal di Indonesia telah mencapai 16,2 juta Single Investor Identification (SID), dimana 6,87 juta di antaranya adalah investor saham. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, namun masih terdapat ruang besar untuk peningkatan literasi keuangan, khususnya di sektor pasar modal.
Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 65,43 persen. Namun, untuk pasar modal, survei terakhir pada tahun 2022 menunjukkan angka literasi yang masih rendah, yaitu 4,11 persen.
Dengan menggabungkan kekuatan Mandiri Sekuritas, BEI, dan Mandiri Grup, program "Cerdas Investasi, Finansial Mandiri 2025" diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia, serta mendorong pertumbuhan jumlah investor pasar modal yang berkualitas.