Ramadan Tanpa Ibunda: Kenangan Manis Irgi Fahrezi dan Kurma Sukari
Ramadan Tanpa Ibunda: Kenangan Manis Irgi Fahrezi dan Kurma Sukari
Di tengah kesibukan dunia hiburan, Ramadan tahun ini terasa berbeda bagi aktor Irgi Fahrezi. Kehilangan ibunda tercinta meninggalkan jejak mendalam dalam hatinya, terutama saat ia mengingat kenangan manis terkait kurma sukari, buah manis yang selalu dikaitkan dengan sosok ibunya. Suasana Ramadan tahun ini pun diwarnai dengan rasa rindu dan refleksi diri yang mendalam.
Perbincangan dengan Irgi Fahrezi baru-baru ini di Studio Trans TV, Jakarta Selatan, Jumat (7/3/2025), mengungkapkan kisah haru di balik sebungkus kurma sukari. Kurma tersebut, yang dipesan Irgi secara online, tiba setelah kepergian sang ibunda untuk selama-lamanya. "Kurma itu punya sejarah tersendiri tahun lalu," ungkap Irgi, "Tahun ini rasanya berbeda. Ini menjadi kenangan yang tak terlupakan, karena kurma pesanan itu datang setelah mama meninggal." Kehadiran kurma sukari tersebut menjadi simbol kuat akan kenangan indah bersama ibunda, sekaligus menjadi pengingat akan kehilangan yang mendalam.
Lebih lanjut, Irgi menceritakan bahwa kurma sukari pesanan mendiang ibunya masih tersimpan rapi di dalam lemari es. Kurma tersebut menjadi saksi bisu momen-momen terakhir bersama sang ibunda, dan kini menjadi pengingat betapa berharganya waktu yang telah berlalu. "Sekian lama kurma itu ada di lemari es," kata Irgi, "Kenangannya masih terasa lewat kurma ini." Puasa Ramadan tahun ini pun menjadi pengalaman pertamanya tanpa kehadiran orang tua tercinta, sebuah pengalaman yang dihadapinya dengan penuh kesabaran dan ketabahan.
Selain mengenang sang ibunda, Ramadan tahun ini juga menjadi momentum refleksi diri bagi Irgi. Setelah melewati ujian berat berupa kehilangan orang tersayang, ia lebih banyak bersyukur atas kesehatan yang masih diberikan Tuhan. "Mungkin lebih banyak bersyukur saja," ujarnya, "Alhamdulillah masih diberi kesehatan. Walaupun sudah ada yang berubah, orang tua sudah tidak ada, tapi saya tetap bersyukur." Kesyukuran ini menjadi pijakannya untuk menjalani ibadah Ramadan dengan lebih khusyuk.
Kesempatan untuk fokus beribadah juga didapat Irgi karena absennya jadwal syuting. "Tadinya mau ada syuting, tapi akhirnya tidak jadi. Sekarang fokus ibadah saja," tambahnya. Ia memanfaatkan waktu luangnya untuk beribadah dan merenungkan makna Ramadan yang lebih dalam, mencari ketenangan dan penghiburan di tengah duka yang masih dirasakan.
Kisah Irgi Fahrezi menjadi pengingat akan pentingnya menghargai waktu bersama keluarga dan bersyukur atas setiap nikmat yang diberikan. Kehilangan memang menyakitkan, tetapi kenangan indah yang terukir akan tetap abadi, seperti halnya kenangan manis yang tersimpan dalam sebungkus kurma sukari.