PT ALS Tanggung Jawab Penuh, Pulangkan Jenazah Korban Kecelakaan Bus di Padang Panjang ke Keluarga
Pihak manajemen PT Antar Lintas Sumatera (ALS) menyatakan komitmen penuh untuk memulangkan seluruh jenazah korban kecelakaan bus yang terjadi di Padang Panjang, Sumatera Barat, kepada keluarga masing-masing. Proses pemulangan ini menjadi prioritas utama perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian terhadap keluarga yang ditinggalkan.
Alwi Matondang, Humas PT ALS, menjelaskan bahwa dari total 12 korban jiwa, 11 jenazah akan dipulangkan ke berbagai wilayah di Sumatera Utara, sementara satu jenazah lainnya akan diberangkatkan ke Jawa Tengah. Rincian pemulangan jenazah meliputi:
- Medan: 1 jenazah
- Deli Serdang: 1 jenazah
- Simalungun: 5 jenazah
- Balige: 1 jenazah
- Padang Sidempuan: 3 jenazah
- Salatiga: 1 jenazah
Saat ini, seluruh jenazah telah diberangkatkan menggunakan ambulans menuju kediaman keluarga masing-masing. PT ALS bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian dan dinas perhubungan, untuk memastikan proses pemulangan berjalan lancar dan aman.
Selain fokus pada pemulangan jenazah, PT ALS juga berkoordinasi intensif dengan Jasa Raharja untuk memberikan santunan dan perawatan medis yang optimal bagi 23 penumpang yang mengalami luka-luka dalam kecelakaan tersebut. Perusahaan memastikan bahwa seluruh korban luka mendapatkan penanganan medis yang terbaik dan hak-hak mereka terpenuhi.
Kecelakaan tunggal yang melibatkan bus PT ALS terjadi di Padang Panjang pada hari Selasa (6/5/2025), sekitar pukul 09.00 WIB. Bus tersebut membawa sekitar 35 penumpang saat kejadian. Pihak kepolisian masih melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Dugaan sementara masih berkisar pada masalah teknis atau faktor manusia.
Alwi Matondang menambahkan bahwa bus yang mengalami kecelakaan tersebut relatif baru dan baru dioperasikan sejak April 2025. Perusahaan juga mengklaim selalu melakukan pemeriksaan rutin terhadap seluruh armada bus sebelum keberangkatan dari loket di Medan. Namun, mengenai kemungkinan adanya masalah rem blong, pihak PT ALS belum dapat memberikan kepastian karena masih menunggu hasil investigasi dari pihak berwajib. Bus yang terlibat kecelakaan menggunakan mesin Mercedes 1626, yang dikenal memiliki sistem pengereman yang handal.
Saat ini, PT ALS terus berupaya memberikan dukungan terbaik bagi keluarga korban meninggal dunia dan korban luka-luka. Perusahaan berharap agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan para korban luka segera pulih seperti sedia kala.