Penantian Jenazah Anak Tak Berujung, Kondisi Kesehatan Ibu di Banyuwangi Memburuk
Kabar duka yang tak kunjung usai membawa dampak serius bagi Sulastri, seorang ibu di Banyuwangi. Setelah menerima informasi tentang kematian putranya, Rizal Sampurna, di Kamboja, kesehatannya terus mengalami penurunan. Rizal diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di negara tersebut.
Bagus Trisula, kuasa hukum keluarga, mengungkapkan bahwa Sulastri sangat terpukul mendengar kabar tragis tentang Rizal. "Ibu Sulastri sangat terkejut dan terpukul mendengar kabar duka tentang anaknya. Hal ini menyebabkan kondisi kesehatannya menurun," ujar Bagus.
Rizal, yang baru saja menginjak usia 30 tahun, dikenal sebagai anak yang berbakti dan selalu berusaha membantu perekonomian keluarga. Sulastri, yang sehari-hari berjualan nasi bungkus, menceritakan bahwa Rizal sering merantau untuk mencari nafkah tambahan. "Rizal pernah bekerja di Lampung, Batam, Manado, dan terakhir di Bali," kata Sulastri.
Namun, Rizal memiliki kebiasaan untuk tidak memberitahu ibunya setiap kali ia pergi merantau, termasuk keputusannya untuk bekerja di Kamboja. Ia tidak ingin membuat ibunya khawatir. Selama berada di Kamboja, Rizal sempat berkomunikasi dengan keluarga dan teman-temannya, menceritakan kondisi tempat kerjanya. Dalam salah satu percakapan, Rizal menunjukkan kepada temannya bahwa ia bekerja dengan tangan terborgol.
Komunikasi terakhir Rizal dengan ibunya terjadi pada tanggal 16 Maret 2025. Ia meminta doa restu sebelum akhirnya kehilangan kontak. Pada tanggal 5 April 2025, seorang utusan datang ke rumah Rizal di Banyuwangi dan menyampaikan kabar bahwa Rizal telah meninggal dunia pada tanggal 17 Maret 2025. Hingga saat ini, jenazah Rizal belum dipulangkan ke tanah air, menambah beban penderitaan bagi Sulastri dan keluarga yang ditinggalkan.
Keluarga berharap pemerintah dapat segera membantu memulangkan jenazah Rizal dan mengusut tuntas kasus dugaan TPPO yang menimpa Rizal. Mereka juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.