Mendes Yandri Dorong Pengembangan Kopdes Merah Putih Berbasis Potensi Lokal dan Pemberdayaan SDM Desa
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto, menekankan pentingnya penyesuaian unit usaha Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dengan potensi spesifik yang dimiliki oleh masing-masing desa. Hal ini disampaikan dalam upaya mengoptimalkan peran koperasi sebagai penggerak ekonomi desa.
Dalam arahannya, Mendes Yandri menyoroti bahwa pendekatan one-size-fits-all tidak akan efektif dalam pengembangan Kopdes Merah Putih. Sebaliknya, ia mendorong agar setiap unit usaha yang didirikan benar-benar mempertimbangkan keunggulan komparatif dan potensi sumber daya yang tersedia di desa tersebut. "Unit usaha harus selaras dengan potensi desa yang ada. Tidak ada pemaksaan. Jika potensi desa adalah cabai, fokuslah pada cabai, bukan yang lain," tegasnya.
Lebih lanjut, Mendes Yandri memberikan contoh konkret mengenai bagaimana potensi desa dapat dioptimalkan melalui Kopdes Merah Putih. "Jika sebuah desa merupakan penghasil jagung, maka investasi pada gudang penyimpanan jagung yang memadai akan sangat relevan. Demikian pula, jika desa tersebut merupakan sentra padi, maka pembangunan fasilitas penyimpanan padi menjadi prioritas," jelasnya. Pendekatan ini memastikan bahwa Kopdes Merah Putih tidak hanya sekadar wadah bisnis, tetapi juga menjadi solusi atas permasalahan riil yang dihadapi oleh masyarakat desa.
Selain fokus pada potensi pertanian, Mendes Yandri juga menekankan pentingnya diversifikasi unit usaha Kopdes Merah Putih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat desa. Beberapa unit usaha yang potensial untuk dikembangkan antara lain:
- Klinik desa: Menyediakan layanan kesehatan yang terjangkau dan mudah diakses oleh masyarakat.
- Apotek desa: Memastikan ketersediaan obat-obatan esensial dengan harga yang wajar.
- Distribusi sembako: Memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dengan harga yang stabil.
- Penyediaan Elpiji 3 kg: Memastikan ketersediaan energi yang terjangkau bagi rumah tangga.
- Penyediaan pupuk dan alat pertanian: Mendukung produktivitas sektor pertanian.
Selain pengembangan unit usaha yang tepat sasaran, Mendes Yandri juga menyoroti pentingnya pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) lokal dalam pengelolaan Kopdes Merah Putih. Ia mengajak para sarjana asal desa yang merantau di kota untuk kembali dan berkontribusi dalam membangun desa melalui koperasi. "Jika ada sarjana dari Desa Kertasana yang menganggur di kota, kita ajak mereka pulang. Kita berikan kesempatan untuk menjadi manajer koperasi atau posisi strategis lainnya," ujarnya.
Keterlibatan sarjana desa tidak hanya terbatas pada pengelolaan koperasi. Mendes Yandri juga melihat potensi mereka dalam mendukung program makan bergizi gratis (MBG) yang sedang digalakkan oleh pemerintah. Para sarjana desa dapat berperan dalam mengidentifikasi dan mengelola potensi desa sebagai pemasok bahan baku untuk program MBG. "Kita ajak para sarjana untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi di desa yang dapat menghasilkan pendapatan dan memasok bahan baku untuk program makan siang bergizi," pungkasnya. Dengan demikian, Kopdes Merah Putih diharapkan tidak hanya menjadi motor penggerak ekonomi desa, tetapi juga menjadi wadah untuk memberdayakan SDM lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.