Minimnya Fasilitas Tempat Sampah Jadi Sorotan Utama Turis Asing di Jepang
Kunjungan wisatawan mancanegara ke Jepang terus mengalami peningkatan signifikan. Namun, pengalaman yang dirasakan oleh para turis asing tersebut tidak sepenuhnya tanpa cela. Berdasarkan survei terbaru yang dilakukan oleh pemerintah Jepang, ketersediaan tempat sampah umum menjadi salah satu keluhan utama yang paling sering disuarakan.
Survei daring yang diselenggarakan oleh Badan Pariwisata Jepang pada bulan Januari tahun ini melibatkan lebih dari 4.000 responden yang merupakan wisatawan asing yang pernah mengunjungi Negeri Sakura. Hasil survei tersebut mengungkap bahwa 21,9% responden merasa kesulitan menemukan tempat sampah selama berada di Jepang. Persentase ini menjadikan isu tempat sampah sebagai perhatian utama di antara berbagai kendala yang mungkin dihadapi wisatawan.
Selain masalah tempat sampah, survei juga menyoroti beberapa keluhan lain. Kendala bahasa saat berinteraksi dengan staf di berbagai fasilitas menjadi perhatian bagi 15,2% responden. Sementara itu, kepadatan pengunjung di lokasi-lokasi wisata populer dikeluhkan oleh 13,1% responden.
Menariknya, survei juga mencatat peningkatan signifikan dalam proporsi wisatawan yang melaporkan tidak mengalami masalah sama sekali. Angka ini naik menjadi 51,1%, meningkat 21,4% dibandingkan survei sebelumnya. Badan Pariwisata Jepang mengaitkan peningkatan kepuasan ini dengan perbaikan dalam komunikasi dan infrastruktur yang ditujukan untuk pengunjung.
Terlepas dari peningkatan kepuasan secara keseluruhan, keluhan mengenai tempat sampah tetap menjadi isu yang perlu mendapatkan perhatian serius. Pemerintah Jepang berjanji untuk terus berkoordinasi dengan kementerian terkait guna mengatasi masalah yang ada dan meningkatkan pengalaman perjalanan bagi para wisatawan internasional. Peningkatan jumlah wisatawan asing yang mencapai 36,86 juta pada tahun 2024 menunjukkan pentingnya pembenahan fasilitas dan layanan untuk memastikan pengalaman yang positif bagi semua pengunjung.