Kondisi Kesehatan Menjadi Penghalang: Keberangkatan Sejumlah Calon Haji dari Embarkasi Solo Tertunda

Embarkasi Solo, Jawa Tengah, mencatat penundaan keberangkatan sepuluh calon jemaah haji ke Tanah Suci akibat kendala kesehatan. Penundaan ini dikonfirmasi oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo pada hari Rabu (7/5/2025), dan para calon jemaah yang terdampak berasal dari berbagai daerah dan tergabung dalam beberapa kloter.

Menurut keterangan dari Kasubbag Humas PPIH Embarkasi Solo, Gentur Rachma Indriadi, keputusan penundaan ini diambil berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan yang menunjukkan bahwa enam dari sepuluh calon haji tidak memenuhi syarat kesehatan pada pemeriksaan tahap ketiga. Di antara mereka, satu calon jemaah memiliki riwayat penyakit ginjal, sementara tiga lainnya adalah pendamping. Calon jemaah yang keberangkatannya tertunda ini berasal dari kloter 9, 14, 20, dan 22. Saat ini, seluruh jemaah yang terdampak, termasuk para pendamping, telah kembali ke daerah asal masing-masing.

Gentur Rachma Indriadi menjelaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya memantau dan memberikan dukungan kesehatan kepada para calon jemaah yang tertunda keberangkatannya. Apabila kondisi kesehatan mereka membaik dalam waktu dekat dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan, mereka masih berpeluang untuk diberangkatkan ke Tanah Suci pada tahun ini. PPIH Embarkasi Solo akan berkoordinasi secara intensif untuk memastikan bahwa para calon jemaah yang telah pulih dapat segera diberangkatkan setelah melalui pemeriksaan kesehatan ulang yang menyatakan mereka memenuhi syarat. Namun, Gentur menegaskan bahwa standar kelayakan terbang tetap menjadi prioritas utama, dan jika kondisi kesehatan para calon jemaah tidak memungkinkan, keberangkatan mereka akan ditunda hingga tahun berikutnya.

Hingga tanggal 7 Mei, PPIH Embarkasi Solo mencatat bahwa 23 kloter telah diberangkatkan ke Tanah Suci, dengan total 8.275 jemaah. Sementara itu, jumlah calon jemaah haji yang telah masuk ke Embarkasi Solo mencapai 9.023 orang yang terbagi dalam 25 kloter. Dalam laporan yang sama, tercatat satu calon jemaah haji meninggal dunia dan delapan orang lainnya mengalami sakit.