Arteta Optimistis: Arsenal Tampil Lebih Unggul di Liga Champions Walau Tersingkir
Mimpi Arsenal untuk merengkuh trofi Liga Champions musim ini harus pupus di tangan Paris Saint-Germain (PSG). Kekalahan 1-2 pada leg kedua semifinal di Parc des Princes, yang digelar Kamis (8/5/2025) dini hari WIB, mengakhiri perjalanan The Gunners dengan agregat 1-3.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, tak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Namun, di balik kekecewaan itu, Arteta tetap menaruh keyakinan tinggi terhadap performa timnya sepanjang kompetisi. Ia bahkan berani menyatakan bahwa Arsenal adalah tim terbaik di Liga Champions musim ini, meskipun pada akhirnya tersingkir.
"Kami sangat dekat, jauh lebih dekat dari yang ditunjukkan hasil akhir, tetapi sayangnya kami tersingkir," ujar Arteta seperti dikutip dari BBC. Arteta menyoroti efektivitas di area kotak penalti sebagai faktor penentu dalam pertandingan melawan PSG. Ia mengakui bahwa PSG memiliki pemain depan dan penjaga gawang yang tampil lebih baik dalam dua pertemuan tersebut. Padahal secara statistik, Arsenal memiliki expected goals (xG) yang mencapai 4,77 dari dua pertandingan, menunjukkan potensi serangan yang tinggi.
"Saya sangat bangga dengan para pemain. Dari apa yang saya lihat, 100% saya pikir tidak ada tim yang lebih baik (dari Arsenal) di kompetisi ini, tetapi kami tersingkir," imbuhnya.
Terlepas dari kegagalan di semifinal, perjalanan Arsenal di Liga Champions musim 2024/2025 patut diapresiasi. Setelah absen beberapa musim, Arsenal mampu menunjukkan performa yang solid sejak fase grup.
Perjalanan Arsenal di Liga Champions 2024/2025:
- Fase Grup: Arsenal tampil impresif dengan meraih 19 poin dari enam kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Mereka mencetak 16 gol dan hanya kebobolan 3 gol, menunjukkan keseimbangan yang baik antara lini serang dan pertahanan.
- Babak 16 Besar: Arsenal menunjukkan dominasinya dengan menyingkirkan PSV Eindhoven dengan agregat telak 9-3. Kemenangan ini menjadi bukti ketajaman lini depan The Gunners.
- Perempat Final: Arsenal membuat kejutan dengan mengalahkan juara bertahan Real Madrid dengan agregat meyakinkan 5-1. Kemenangan ini semakin meningkatkan kepercayaan diri tim dan menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim terbaik Eropa.
- Semifinal: Langkah Arsenal terhenti di semifinal setelah dikalahkan PSG dengan agregat 1-3.
Keyakinan Arteta ini, meskipun datang setelah kekalahan, mencerminkan kepercayaan yang mendalam pada kualitas skuadnya dan potensi mereka untuk meraih kesuksesan di masa depan. Perjalanan Arsenal di Liga Champions musim ini menjadi modal berharga untuk menghadapi tantangan di musim-musim berikutnya.