Bupati Bengkulu Tengah Upayakan Perbaikan Jembatan Rusak Usai Dua Warga Meninggal Dunia
Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, mengambil langkah cepat menindaklanjuti keluhan warganya terkait kondisi jembatan rusak yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Pertemuan dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dody Hanggodo, menjadi agenda utama untuk mencari solusi atas permasalahan infrastruktur krusial tersebut.
Pertemuan yang berlangsung pada Kamis (8/5/2025) ini merupakan respons langsung atas aspirasi masyarakat yang telah lama menantikan perbaikan jembatan yang ambruk akibat banjir sejak tahun 2022. Dampak kerusakan jembatan ini sangat dirasakan oleh masyarakat, terutama di Desa Penanding. Kepala Desa Penanding, Tusim, mengungkapkan bahwa dua orang warganya, ibu-ibu, meninggal dunia akibat hanyut saat berusaha menyeberangi sungai dengan membawa hasil panen kelapa sawit. Tragedi ini menjadi bukti nyata betapa mendesaknya perbaikan infrastruktur tersebut.
Kondisi jembatan yang rusak tak hanya merenggut nyawa, tetapi juga mengancam keselamatan anak-anak sekolah yang setiap hari harus mempertaruhkan nyawa menyeberangi sungai untuk bisa belajar. Mereka terpaksa menggunakan rakit sebagai alat transportasi dengan risiko banjir bandang dan arus deras yang selalu mengintai.
Tidak hanya itu, kerusakan jembatan juga berdampak signifikan terhadap perekonomian warga. Ribuan petani sawit dan kopi kesulitan untuk mengangkut hasil panen mereka. Warga terpaksa menyewa rakit dengan biaya yang tidak sedikit, yakni Rp 400 sekali penyeberangan. Biaya tambahan ini tentu memberatkan para petani, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
Menurut data yang ada, setidaknya ada empat jembatan yang memerlukan perhatian dan penanganan segera di Bengkulu Tengah. Selain Jembatan Penanding, jembatan lain yang kondisinya memprihatinkan adalah Jembatan Taba Pasemah, Tanjung Raman, dan Raja Besi. Kerusakan infrastruktur ini menjadi penghambat utama aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Menanggapi keluhan dan laporan dari Bupati Bengkulu Tengah, Menteri PUPR Dody Hanggodo memberikan respons positif. Menurut Rachmat Riyanto, Menteri PUPR menyatakan bahwa dalam waktu dekat akan ada Instruksi Presiden (Inpres) terkait Infrastruktur Daerah. Inpres ini masih dalam tahap harmonisasi di Sekretariat Negara (Setneg).
Pemerintah Daerah Bengkulu Tengah telah mengajukan beberapa usulan dalam Inpres tersebut, termasuk pembangunan jembatan, perbaikan irigasi, dan peningkatan kualitas jalan. Bupati Rachmat Riyanto berharap agar usulan tersebut dapat diakomodir sehingga permasalahan infrastruktur di Bengkulu Tengah dapat segera teratasi. Ia juga meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar proses pengajuan usulan ini berjalan lancar dan membuahkan hasil yang baik.
Berikut adalah daftar jembatan yang membutuhkan perbaikan segera:
- Jembatan Penanding
- Jembatan Taba Pasemah
- Jembatan Tanjung Raman
- Jembatan Raja Besi