ITS Ciptakan Robot Anjing Otonom Pendeteksi Potensi Ancaman

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan inovasinya di bidang robotika dengan mengembangkan robot anjing berkaki empat yang memiliki kemampuan berjalan secara mandiri dan mendeteksi potensi bahaya di sekitarnya. Prototipe robot anjing ini diujicobakan di Gedung Pusat Robotika ITS, Surabaya, pada hari Kamis (8/5), menandai langkah maju dalam pengembangan teknologi robotika di Indonesia.

Robot anjing ini dirancang untuk dapat beroperasi secara otonom, tanpa memerlukan kendali jarak jauh dari manusia. Kemampuan ini memungkinkan robot untuk menjelajahi lingkungan yang kompleks dan dinamis, serta merespons perubahan yang terjadi di sekitarnya secara real-time. Selain itu, robot ini juga dilengkapi dengan sensor-sensor canggih yang memungkinkannya untuk mendeteksi berbagai potensi bahaya, seperti kebocoran gas, suhu tinggi, atau adanya benda asing yang mencurigakan. Informasi yang dikumpulkan oleh sensor-sensor ini kemudian diolah oleh sistem kecerdasan buatan (AI) yang tertanam di dalam robot, sehingga robot dapat mengambil tindakan yang sesuai untuk menghindari atau mengatasi bahaya tersebut. Pengembangan robot anjing ini merupakan bagian dari upaya ITS untuk mengembangkan teknologi robotika yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari pengawasan keamanan, inspeksi infrastruktur, hingga bantuan dalam operasi penyelamatan bencana. Tim robotika ITS berharap bahwa robot anjing ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan keselamatan dan efisiensi di berbagai sektor industri dan masyarakat.