GoFood Mendominasi Pasar Pesan Antar Makanan Online di Indonesia, Ungkap Survei Terbaru

GoFood Kuasai Preferensi Konsumen dalam Layanan Pesan Antar Makanan Daring

Sebuah studi komprehensif yang dilakukan oleh Jakpat baru-baru ini menyoroti preferensi konsumen Indonesia dalam ranah layanan pesan antar makanan daring. Survei bertajuk "Consumer Behavior in Online Food Delivery" ini bertujuan untuk memahami lebih dalam pola perilaku masyarakat dalam memanfaatkan platform digital untuk memenuhi kebutuhan kuliner mereka.

Survei yang melibatkan 1.343 responden dari berbagai generasi, termasuk Gen Z, Milenial, dan Gen X, ini dilaksanakan pada bulan Maret 2025 melalui aplikasi Jakpat. Hasilnya menunjukkan bahwa GoFood, platform pesan antar makanan milik Gojek, muncul sebagai yang terpopuler di kalangan konsumen Indonesia. Sebanyak 38% responden menyatakan secara aktif menggunakan GoFood untuk memesan makanan secara daring. Peringkat kedua ditempati oleh ShopeeFood dengan 29% responden, diikuti oleh GrabFood dengan 27% responden. Sementara itu, aplikasi resmi restoran hanya digunakan oleh sebagian kecil responden, yaitu sekitar 4%.

Dominasi GoFood dalam survei ini mengukuhkan posisinya sebagai pemain kunci dalam industri pesan antar makanan online di Indonesia. Ini bukan kali pertama GoFood dinobatkan sebagai aplikasi terpopuler oleh Jakpat, yang menegaskan loyalitas konsumen terhadap platform ini.

Survei tersebut juga mengungkap preferensi makanan yang beragam di kalangan konsumen. Makanan ringan atau snack tetap menjadi pilihan favorit, terutama martabak dan roti bergaya Indonesia. Gen Z menunjukkan kecenderungan menyukai jajanan khas Sunda seperti seblak dan cilok. Makanan cepat saji dan mi instan juga tetap menjadi opsi populer untuk makan siang dan makan malam.

Menariknya, survei mencatat adanya perbedaan preferensi makanan berdasarkan generasi. Persentase Gen X yang memesan masakan Padang saat makan siang lebih tinggi dibandingkan generasi yang lebih muda. Rata-rata, masyarakat Indonesia menghabiskan sekitar Rp 62.356 untuk makan siang.

Perbandingan Kinerja Keuangan GoTo dan Grab

Seiring dengan hasil survei ini, penting untuk melihat kinerja keuangan perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam industri pesan antar makanan. GoTo (induk Gojek) dan Grab telah merilis laporan keuangan mereka untuk kuartal I-2025.

GoTo mencatatkan rekor tertinggi EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 314 miliar untuk bisnis on-demand service (ODS) atau Gojek pada kuartal I-2025, meningkat 89% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 166 miliar. Pendapatan bersih ODS juga mengalami kenaikan sebesar 33% menjadi Rp 3 triliun dari sebelumnya Rp 2,26 triliun. Pendapatan segmen delivery meningkat 39% menjadi Rp 2,26 triliun dari sebelumnya Rp 1,63 triliun.

Sementara itu, Grab mencatat pendapatan bisnis delivery sebesar 415 juta dollar AS pada kuartal I-2025, meningkat 18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 350 juta dollar AS.

Kesimpulan

Survei Jakpat memberikan wawasan berharga mengenai perilaku konsumen dalam menggunakan layanan pesan antar makanan daring di Indonesia. GoFood terbukti menjadi platform terpopuler, sementara preferensi makanan bervariasi berdasarkan generasi. Kinerja keuangan GoTo dan Grab menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam bisnis delivery, yang mengindikasikan potensi besar industri pesan antar makanan online di Indonesia.

Jenis Makanan yang paling sering dipesan:

  • Makanan Ringan (Martabak, Roti)
  • Jajanan Sunda (Seblak, Cilok)
  • Makanan Cepat Saji
  • Mie Instan
  • Masakan Padang