Calon Haji Sampang Diberangkatkan dengan Ambulans Akibat Sakit Mendadak

Seorang calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Nisfu Zaman (50), mengalami kondisi darurat kesehatan menjelang keberangkatannya ke tanah suci Mekkah, Kamis (08/05/2025). Nisfu, warga Desa Torjun, Kecamatan Torjun, terpaksa dilarikan ke Asrama Haji di Kota Surabaya menggunakan ambulans dari Pendopo Agung Sampang.

Nisfu Zaman yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 26, terlihat lemah dan harus dibantu oleh kerabatnya saat dipindahkan dari ambulans Puskesmas ke ambulans yang disediakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Sampang. Selang infus tampak masih terpasang di tangannya saat proses pemindahan berlangsung. Keberangkatannya ke tanah suci Mekkah ditemani oleh sang istri, Munirah Muniri. Pasangan suami istri ini dijadwalkan terbang bersama rombongan kloter 26 pada pukul 19.00 WIB.

Rosi (33), salah seorang kerabat Nisfu, mengungkapkan bahwa Nisfu mulai merasakan sakit pada pukul 11.00 siang. Sebelumnya, Nisfu sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Torjun akibat mengalami muntah dan lemas. "Semalam kondisinya sehat. Siang tadi tiba-tiba sakit dan lemas, kemudian langsung dibawa ke puskesmas. Kami belum tahu pasti penyakitnya apa," jelas Rosi.

Kendati kondisi kesehatan Nisfu sedang menurun, pihak keluarga tetap memutuskan untuk memberangkatkannya ke Mekkah. Mereka berharap Nisfu dapat segera pulih dan menjalankan ibadah haji dengan lancar. Saat diberangkatkan, Nisfu masih dalam keadaan sadar dan tim medis turut mendampingi serta memberikan perawatan selama perjalanan. "Saya ikut mengantarkannya. Kami berharap kondisinya bisa membaik selama di perjalanan, sehingga ia bisa sehat dan lancar dalam melaksanakan ibadah haji," imbuh Rosi.

Nisfu Zaman dan istrinya berangkat bersama dengan 372 CJH lainnya yang berasal dari Sampang. Kementerian Agama (Kemenag) Sampang memberangkatkan total 372 orang CJH pada tahun ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Sampang, Saifuddin, mengonfirmasi bahwa salah satu jemaah memang mengalami sakit. Pihaknya tetap memberikan izin keberangkatan kepada jemaah tersebut atas permintaan keluarga. "Pihak keluarga tetap ingin memberangkatkan. Kami juga memiliki tim medis yang siap membantu memulihkan kesehatan jemaah. Semoga yang bersangkutan bisa segera pulih," pungkasnya.