Investigasi Mendalam Kecelakaan Maut Purworejo: Polri Gunakan Teknologi 3D untuk Rekonstruksi
Tim investigasi dari Direktorat Penegakan Hukum (Gakkum) Korlantas Mabes Polri, dibantu oleh tim Traffic Accident Analysis (TAA), terjun langsung ke lokasi kecelakaan tragis yang terjadi di Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. Kegiatan yang dimulai pada Kamis (8/5/2025) ini, diawali dengan menjenguk para korban luka yang tengah dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Purworejo, sebelum kemudian fokus pada olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kombes Ruben, Kasubdit Gakkum Korlantas Mabes Polri, menjelaskan bahwa investigasi ini bertujuan untuk mengungkap secara detail penyebab kecelakaan antara truk dan angkutan kota (Kopada) yang merenggut banyak nyawa. Guna mendukung akurasi dan transparansi proses investigasi, tim menggunakan teknologi mutakhir, yaitu 3D Laser Scanner. Alat ini berfungsi untuk merekam kondisi TKP secara komprehensif, mulai dari sebelum, saat, hingga sesudah kecelakaan terjadi. Data yang terkumpul akan diolah menjadi rekonstruksi visual berbentuk video yang detail, sehingga memudahkan pemahaman terhadap kronologi kejadian.
"Penggunaan peralatan dan teknologi canggih ini diharapkan dapat mempercepat penanganan di TKP," ujar Kombes Ruben, menekankan pentingnya akuntabilitas, akurasi, dan transparansi dalam investigasi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan korban jiwa.
Penggunaan teknologi 3D Laser Scanner memungkinkan analisis kejadian secara mendalam dan penyajian bukti dalam bentuk rekonstruksi visual yang sangat membantu proses penegakan hukum. Selama proses olah TKP berlangsung, ruas jalan Purworejo–Magelang ditutup sementara untuk umum. Investigasi ini dipimpin langsung oleh Dir Gakkum Korlantas Mabes Polri dan mencakup seluruh area di sekitar titik benturan.
Kecelakaan maut yang terjadi pada Rabu (7/5/2025) melibatkan sebuah truk tronton dengan nomor polisi B 9970 BYZ dan sebuah angkutan kota (angkot) yang mengangkut rombongan warga. Insiden tragis ini mengakibatkan 11 orang meninggal dunia.
Menurut keterangan saksi mata berinisial L, truk yang bermuatan pasir tersebut diduga mengalami masalah pada sistem pengereman (rem blong) saat melintasi jalan menurun dan menikung. Akibatnya, truk hilang kendali dan menabrak angkot serta sebuah rumah di pinggir jalan. Saksi mata L menjelaskan bahwa truk sudah membunyikan klakson berkali-kali dari atas, sebagai tanda peringatan. Pengemudi truk berusaha menghindari kendaraan lain dengan mengambil jalur kanan, namun saat tiba di tanjakan, truk langsung membanting setir ke kiri dan menabrak angkutan yang membawa rombongan ibu-ibu.