Kejari Bengkulu Gandeng SMK Tingkatkan Pengelolaan Barang Bukti Kendaraan Bermotor
Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu mengambil langkah inovatif dengan menggandeng Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam upaya meningkatkan pengelolaan barang bukti, khususnya kendaraan bermotor. Kerjasama ini bertujuan untuk mengoptimalkan perawatan dan penyimpanan barang bukti yang selama ini menjadi tanggung jawab Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) Kejari Bengkulu.
Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu, Ni Wayan Sinaryati, menekankan pentingnya tata kelola yang baik terhadap benda sitaan, barang bukti, dan barang rampasan negara. Menurutnya, pengelolaan yang tepat akan menjaga integritas, kualitas, kuantitas, dan keaslian barang bukti, terutama kendaraan roda dua dan empat yang jumlahnya signifikan.
Saat ini, Kejari Bengkulu tengah menjajaki kerjasama dengan beberapa SMK di Kota Bengkulu. Inisiatif ini diharapkan memberikan dampak positif bagi siswa SMK, sekaligus membantu Kejari dalam menjaga kondisi barang bukti secara optimal.
Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Rainer Atu, menyambut baik kerjasama ini. Ia menyatakan bahwa kerjasama ini akan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Siswa SMK akan mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di gudang penyimpanan barang bukti milik Kejari. PKL ini akan memberikan pengalaman praktis bagi siswa dalam bidang otomotif dan manajemen aset.
Adapun poin-poin penting dalam kerjasama ini mencakup:
- Perawatan Kendaraan: Siswa SMK akan dilibatkan dalam perawatan rutin kendaraan bermotor yang menjadi barang bukti, seperti pengecekan kondisi mesin, penggantian oli, dan perbaikan ringan.
- Penyimpanan yang Tepat: Siswa akan belajar tentang teknik penyimpanan kendaraan yang benar untuk mencegah kerusakan akibat cuaca atau faktor lainnya.
- Inventarisasi dan Dokumentasi: Siswa akan membantu dalam proses inventarisasi dan dokumentasi barang bukti, termasuk pencatatan kondisi kendaraan dan data terkait lainnya.
- Keamanan: Siswa akan dilatih untuk menjaga keamanan gudang penyimpanan dan mencegah tindakan pencurian atau vandalisme.
Kerjasama ini diharapkan dapat menjadi model bagi instansi pemerintah lainnya dalam melibatkan generasi muda dalam pengelolaan aset negara. Selain itu, kerjasama ini juga dapat meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Bengkulu dan mempersiapkan siswa SMK untuk memasuki dunia kerja.