Bitcoin Sentuh Level Tertinggi Sejak Februari: Dipicu Sentimen Positif Pasar Global
Bitcoin Lampaui Rp 1,6 Miliar, Reaksi Pasar Terhadap Perkembangan Global
Mata uang kripto terkemuka, Bitcoin, mencatat lonjakan signifikan dengan menembus angka 100.000 dollar AS (setara dengan Rp 1,6 miliar) pada hari Kamis, 8 Mei 2025, waktu setempat. Kenaikan ini menandai level tertinggi yang dicapai Bitcoin sejak bulan Februari, membangkitkan kembali antusiasme di kalangan investor.
Menurut pantauan terkini, harga Bitcoin sempat mencapai puncak di 103.239 dollar AS (sekitar Rp 1,7 miliar) sebelum kemudian stabil di kisaran 102.624 dollar AS (sekitar Rp 1,69 miliar) pada Jumat siang. Momentum positif ini didorong oleh serangkaian pengumuman penting yang memengaruhi sentimen pasar secara global.
Faktor Pendorong Kenaikan Bitcoin
Kenaikan harga Bitcoin kali ini terkait erat dengan dua peristiwa utama:
- Kesepakatan Dagang AS-Inggris: Pengumuman kesepakatan dagang baru antara Amerika Serikat dan Inggris telah memberikan harapan baru bagi para pelaku pasar. Kesepakatan ini membuka peluang bagi peningkatan ekspor AS ke Inggris, termasuk komoditas seperti etanol, daging sapi, dan minuman ringan.
- Rencana Pertemuan Trump-Xi Jinping: Pasar juga merespons positif rencana pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Jenewa. Harapan akan adanya solusi terhadap ketegangan dagang antara kedua negara ekonomi terbesar dunia ini turut mendorong optimisme.
Sentimen positif ini muncul setelah beberapa pekan sebelumnya pasar keuangan global dilanda ketidakpastian. Kebijakan tarif yang diterapkan oleh AS sebelumnya sempat memicu kekhawatiran inflasi dan gangguan rantai pasok, yang berdampak negatif pada pasar saham dan kripto.
Kinerja Aset Kripto Lainnya
Selain Bitcoin, sejumlah aset kripto lainnya juga mengalami kenaikan nilai yang signifikan dalam 24 jam terakhir. Ethereum naik 13 persen, Solana meningkat 10 persen, dan XRP menguat 6 persen. Kinerja positif ini menunjukkan bahwa sentimen pasar secara umum telah membaik dan investor kembali memiliki kepercayaan terhadap aset kripto.
Dampak Kebijakan Tarif Terhadap Pasar Kripto
Sebelumnya, kebijakan tarif yang diterapkan oleh Presiden Trump sempat memicu kekhawatiran di pasar keuangan global. Tarif terhadap barang-barang impor dari negara-negara seperti China, Korea Selatan, Jepang, dan Indonesia menyebabkan ketidakpastian dan berdampak negatif pada kinerja pasar saham dan kripto.
Indeks saham S&P 500 sempat anjlok 12 persen, sementara Bitcoin turun 11 persen dalam waktu sekitar satu minggu setelah pengumuman kebijakan tarif tersebut. Namun, setelah Trump mengumumkan jeda 90 hari untuk penerapan tarif terhadap sebagian besar mitra dagang AS (kecuali China), pasar mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Sejak menyentuh titik terendah tahunan di angka 75.000 dollar AS pada 8 April, Bitcoin terus mengalami kenaikan. Secara total, Bitcoin telah naik 35 persen sejak saat itu.
Prospek Pasar Kripto ke Depan
Pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping di Jenewa menjadi perhatian utama pasar saat ini. Jika pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan yang dapat meredakan ketegangan dagang antara AS dan China, analis memperkirakan tren kenaikan (bullish) di pasar kripto dapat berlanjut. Bahkan, Bitcoin berpotensi melampaui rekor-rekor baru dalam waktu dekat.