MK Gelar Sidang Uji Materi UU TNI Terbesar Sepanjang Sejarah

Mahkamah Konstitusi (MK) mencatat sejarah baru dalam penanganan perkara. Sidang uji formil dan materiil Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) menjadi yang terbesar sepanjang sejarah berdirinya lembaga tersebut. Hakim Konstitusi Saldi Isra mengungkapkan bahwa untuk pertama kalinya, MK menggelar sidang gugatan dengan isu serupa secara serentak. Sebanyak 14 permohonan gugatan UU TNI dengan 11 perkara disidangkan dalam tiga panel berbeda pada hari Jumat, 9 Mei 2025.

"Ini baru pertama dalam sejarah Mahkamah Konstitusi isu yang sama itu disidangkan serentak dalam tiga panel yang berbeda," kata Saldi Isra dalam persidangan. Ia menambahkan tingginya antusiasme masyarakat dalam mengajukan permohonan pengujian UU TNI ini.

Menanggapi banyaknya gugatan yang diajukan, Saldi Isra menyarankan para pemohon untuk mempertimbangkan penggabungan gugatan mereka. Ia berpendapat bahwa penggabungan gugatan akan menunjukkan kekompakan mahasiswa Indonesia dalam memperjuangkan isu yang sama.

"Coba dipikirkan itu supaya kelihatan bahwa mahasiswa Indonesia kompak satu permohonan. Jangan-jangan dipanen lain ada yang mahasiswa juga, supaya nanti bisa saling melengkapi argumentasi, dalil-dalil, bukti-bukti, dan segala macamnya," ujarnya.

Saldi Isra menekankan bahwa gugatan uji materi bukanlah ajang perlombaan antar kampus, melainkan perjuangan substansial yang sama. Ia berharap para mahasiswa dapat mengelola ego masing-masing universitas dan bersatu dalam satu suara.

"Kalau Anda bisa gabung, ya mahasiswa Indonesia kelihatan kompak. Pas dari apapun hasilnya nanti, tolong Anda pikirkan itu, jadi ego masing-masing universitas dalam soal-soal seperti ini bisa. Ego masing-masing mahasiswa di universitas itu bisa dikelola dengan positif untuk soal-soal seperti ini," imbuhnya.

Dalam sidang tersebut, Saldi Isra juga memberikan kesempatan kepada para pemohon untuk memperbaiki gugatan mereka. Ia mengingatkan pentingnya membuktikan dalil-dalil yang diajukan dan meyakinkan MK mengenai keterkaitan kepentingan para pemohon dengan UU yang diuji materi.

Beberapa poin penting yang disampaikan Hakim Konstitusi Saldi Isra dalam sidang tersebut antara lain:

  • Sidang uji materi UU TNI menjadi yang terbesar dalam sejarah MK.
  • Sebanyak 14 permohonan gugatan UU TNI disidangkan secara serentak.
  • Saldi Isra menyarankan para pemohon untuk mempertimbangkan penggabungan gugatan.
  • Ia menekankan pentingnya kekompakan mahasiswa Indonesia dalam memperjuangkan isu yang sama.
  • Saldi Isra memberikan kesempatan kepada para pemohon untuk memperbaiki gugatan mereka.

Sidang uji materi UU TNI ini menjadi sorotan publik karena menyangkut isu penting terkait peran dan fungsi TNI dalam negara hukum. Putusan MK nantinya akan memberikan dampak signifikan terhadap keberlakuan UU TNI dan implikasinya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.