Pembangunan Lima Stasiun LRT Rute Velodrome-Manggarai Terus Dikebut, Target Operasi 2026

Pembangunan lima stasiun Light Rail Transit (LRT) Fase 1B yang menghubungkan Velodrome dengan Manggarai terus menunjukkan perkembangan signifikan. Proyek strategis ini ditargetkan rampung dan beroperasi pada tahun 2026, guna meningkatkan konektivitas transportasi publik di ibu kota.

Direktur Proyek LRT Jakarta, Ramdani Akbar, menyampaikan bahwa progres pembangunan kelima stasiun berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Pihaknya juga menekankan komitmen untuk menjaga kualitas bangunan selama proses konstruksi berlangsung.

Kelima stasiun yang tengah dalam tahap pembangunan adalah Stasiun Rawamangun, Stasiun Pramuka BPKP, Stasiun Pasar Pramuka, Stasiun Matraman, dan Stasiun Manggarai. Masing-masing stasiun menunjukkan perkembangan yang berbeda-beda, dengan Stasiun Rawamangun menjadi yang terdepan dalam hal progres.

Berikut adalah rincian progres pembangunan masing-masing stasiun:

  • Stasiun Rawamangun: Progres pembangunan telah mencapai 55,39 persen. Pekerjaan sipil hingga struktur atap telah diselesaikan. Saat ini, fokus pekerjaan adalah pada arsitektur dan pembangunan jembatan penghubung.
  • Stasiun Pramuka BPKP: Progres pembangunan mencapai 18,60 persen. Pekerjaan fondasi stasiun, termasuk pier dan pier head concourse, sedang dalam tahap penyelesaian.
  • Stasiun Pasar Pramuka: Progres pembangunan tercatat sebesar 17,63 persen. Pekerjaan saat ini masih berfokus pada fondasi stasiun, yaitu pekerjaan pilecap dan pier.
  • Stasiun Matraman: Progres pembangunan mencapai 17,74 persen. Pekerjaan fondasi stasiun, termasuk pier dan pier head, sedang dalam proses pengerjaan.
  • Stasiun Manggarai: Progres pembangunan mencapai 9,74 persen. Pekerjaan fondasi stasiun, meliputi boredpile, pilecap, dan pier, sedang dalam tahap pelaksanaan.

Ramdani Akbar menambahkan bahwa penyelesaian proyek LRT Fase 1B ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi publik. Integrasi dengan moda transportasi lain, seperti Kereta Commuter Line, Mikrotrans, dan Transjakarta, juga menjadi kunci untuk menciptakan sistem transportasi yang terpadu dan efisien. Pemerintah berharap bahwa dengan adanya LRT, mobilitas masyarakat Jakarta akan semakin mudah dan mengurangi kemacetan di jalan raya. Selain itu, penggunaan transportasi publik juga berkontribusi pada upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Dengan target penyelesaian pada kuartal IV tahun 2026, proyek ini terus dikebut dengan pengawasan ketat untuk memastikan kualitas dan keamanan. Diharapkan, kehadiran LRT rute Velodrome-Manggarai akan menjadi solusi transportasi yang diandalkan oleh masyarakat Jakarta.