Ribuan Calon Pekerja Migran Indonesia Tertunda Keberangkatannya ke Korea Selatan
Gelombang harapan bagi ribuan calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang mendambakan rezeki di Korea Selatan (Korsel) harus tertahan. Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, mengungkapkan bahwa sekitar 19.000 calon PMI tujuan Korsel saat ini masih belum dapat diberangkatkan. Penundaan ini menimbulkan kekhawatiran dan pertanyaan di kalangan calon pekerja serta keluarga mereka.
Karding menjelaskan, perlambatan ekonomi di Korea Selatan menjadi penyebab utama tertundanya penempatan ribuan calon PMI tersebut. Kondisi ini berdampak pada kemampuan perusahaan-perusahaan di Korsel, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), untuk merekrut tenaga kerja asing. Situasi ekonomi yang kurang kondusif membuat banyak perusahaan mengalami kesulitan, sehingga menghambat penyerapan tenaga kerja dari luar negeri.
"Permasalahannya ada di pihak Korea. Mereka adalah pihak yang menerima pekerja. Jika ekonomi mereka melambat, dan UMKM serta perusahaan mengalami stagnasi, maka itulah penyebab utamanya," ujar Karding usai memberikan pembekalan orientasi pra-pemberangkatan pekerja migran Indonesia G to G Korea Selatan di Solo, Jawa Tengah, Jumat (9/5/2025).
Karding menambahkan, pemerintah menyadari potensi besar pengiriman PMI ke Korsel. Salah satu daya tarik bekerja di Negeri Ginseng adalah persyaratan pendidikan yang relatif rendah, yaitu minimal Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Selain itu, seluruh calon PMI yang tertunda keberangkatannya telah menyelesaikan pelatihan dan kursus yang diperlukan.
"Potensinya sangat besar. Namun, saat ini ada sedikit kendala. Setelah anak-anak ini mengikuti kursus, banyak yang menumpuk dan belum tersalurkan," ungkap Karding.
Pemerintah saat ini tengah berupaya mencari solusi untuk mengatasi permasalahan ini. Salah satu langkah yang diambil adalah melakukan lobi dengan pemerintah Korea Selatan untuk membuka peluang penempatan PMI. Pemerintah Indonesia berharap agar ruang-ruang yang masih memungkinkan dapat dimanfaatkan untuk menampung ribuan calon pekerja migran yang telah siap bekerja di Korea Selatan.