Danantara Dipercaya Mengelola Aset Negara Strategis: TMII, Hotel Sultan, dan Kompleks GBK Masuk Daftar

Pemerintah Indonesia memperluas mandat Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), tidak hanya terbatas pada Kompleks Gelora Bung Karno (GBK). Instruksi dari Presiden mengamanahkan Danantara untuk mengelola sejumlah aset negara strategis lainnya, termasuk Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Hotel Sultan yang berada di kawasan GBK.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengoptimalkan pengelolaan aset-aset bangsa. Proses identifikasi aset negara terus dilakukan untuk memastikan semua potensi dapat dimaksimalkan demi kepentingan negara.

Berikut adalah daftar aset yang akan dikelola Danantara:

  • Kompleks Gelora Bung Karno (GBK): Sebagai tahap awal, pengelolaan GBK telah diserahkan kepada Danantara.
  • Hotel Sultan: Hotel yang terletak di dalam kawasan GBK ini juga akan menjadi bagian dari pengelolaan Danantara.
  • Taman Mini Indonesia Indah (TMII): Pemerintah berencana untuk menyerahkan pengelolaan TMII kepada Danantara, meskipun prosesnya masih dalam tahap perencanaan.
  • Aset di Kemayoran: Aset-aset negara yang berada di kawasan Kemayoran juga akan dikelola oleh Danantara.

Prasetyo menjelaskan bahwa mekanisme penyerahan aset negara ini berbeda dengan pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). GBK, sebagai Badan Layanan Umum (BLU) milik pemerintah, memerlukan proses pengalihan pengelolaan yang berbeda secara teknis dan administratif.

Keputusan pemerintah untuk menyerahkan pengelolaan aset-aset ini kepada Danantara didasari oleh hasil analisis dan audit internal oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Hasil audit menunjukkan bahwa pengelolaan aset-aset tersebut selama ini belum optimal. Dengan diserahkannya kepada Danantara, diharapkan pengelolaan akan menjadi lebih profesional dan memberikan keuntungan yang lebih besar bagi negara.

"Kita berharap kalau kemudian ini kita semua cara berpikirnya sama dengan BUMN, kita serahkan ke Danantara, kita berharap bisa dikelola oleh teman-teman di Danantara yang jauh lebih profesional, sehingga memberikan keuntungan yang jauh lebih besar kepada bangsa dan negara kita," ujar Prasetyo.