Perjuangan Haru: Ibu dan Anak di Bangkalan Bertolak ke Tanah Suci dengan Kursi Roda
BANGKALAN, JAWA TIMUR - Semangat membara terpancar dari dua calon jemaah haji asal Kabupaten Bangkalan, Madura, yang memulai perjalanan suci mereka ke Tanah Suci menggunakan kursi roda. Mestiah dan ibundanya, Sawati, mewujudkan impian mereka setelah penantian panjang, meski tanpa didampingi keluarga.
Mestiah menuturkan bahwa pendaftaran haji telah dilakukan saat kondisi fisik mereka berdua masih prima. Namun, waktu tunggu yang lama telah mengubah segalanya. Usia ibunya yang semakin senja dan kondisi fisik mereka yang menurun tak menyurutkan niat untuk menunaikan rukun Islam kelima. "Kami menunggu puluhan tahun. Alhamdulillah, tahun ini kami bisa berangkat," ucap Mestiah dengan mata berkaca-kaca di Masjid Agung Bangkalan, sesaat sebelum bertolak ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, pada Jumat (9/5/2025).
Meski mobilitas terbatas, semangat keduanya untuk beribadah haji tak tergoyahkan. Mestiah tak kuasa menahan air mata haru menjelang keberangkatan. "Alhamdulillah, apa pun kondisinya, niat kami tetap ingin melaksanakan ibadah haji. Semoga kami diberikan kemudahan selama beribadah nanti," ujarnya dengan nada penuh harap.
Arif Rochman, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangkalan, menjelaskan bahwa kedua jemaah tersebut berasal dari Desa Jaddih, Kecamatan Socah. Pemerintah, menurutnya, telah menyiapkan petugas pendamping khusus untuk menangani jemaah disabilitas. "Keluarga tidak perlu khawatir jika ada anggota keluarga yang melaksanakan ibadah haji seorang diri dalam kondisi disabilitas. Sudah ada petugas yang siap membantu," tegasnya.
Tahun ini, sebanyak 536 calon jemaah haji asal Bangkalan diberangkatkan, terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni kloter 29 dan 30. Rombongan telah diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, dan dijadwalkan akan terbang ke Arab Saudi.
Perjalanan Mestiah dan Sawati menjadi inspirasi bagi banyak orang. Keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk mewujudkan impian spiritual. Semangat dan keteguhan hati mereka menjadi bukti bahwa niat yang tulus akan selalu menemukan jalan.
Fasilitas dan Dukungan untuk Jemaah Haji Disabilitas
Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah haji, termasuk mereka yang memiliki disabilitas. Berbagai fasilitas dan dukungan disediakan untuk memastikan kelancaran ibadah haji bagi semua.
- Pendampingan Khusus: Petugas pendamping khusus disiapkan untuk membantu jemaah disabilitas selama di Tanah Suci. Mereka akan membantu dalam berbagai aktivitas, mulai dari transportasi, akomodasi, hingga pelaksanaan ibadah.
- Aksesibilitas: Pemerintah berupaya meningkatkan aksesibilitas di tempat-tempat ibadah dan fasilitas publik lainnya di Tanah Suci. Hal ini dilakukan agar jemaah disabilitas dapat beribadah dengan nyaman dan aman.
- Peralatan Bantu: Jemaah disabilitas diperbolehkan membawa peralatan bantu seperti kursi roda, tongkat, atau alat bantu dengar. Pemerintah juga menyediakan kursi roda di beberapa lokasi strategis.
- Pelatihan Petugas: Petugas haji secara berkala mendapatkan pelatihan tentang cara menangani jemaah disabilitas dengan baik dan profesional.
Kemenag juga mengimbau keluarga jemaah haji disabilitas untuk memberikan informasi yang lengkap mengenai kondisi kesehatan dan kebutuhan khusus jemaah. Hal ini akan membantu petugas haji dalam memberikan pelayanan yang optimal.
Semoga perjalanan haji Mestiah dan Sawati serta seluruh jemaah haji Indonesia berjalan lancar dan mabrur.