Tragedi Kebakaran di Kendari Renggut Nyawa Tiga Anak, Polisi Selidiki Penyebab

Kota Kendari dikejutkan dengan insiden kebakaran tragis yang merenggut nyawa tiga balita. Peristiwa memilukan ini terjadi di sebuah rumah yang terletak di Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada hari Selasa, 6 Mei 2025. Selain tiga korban jiwa, satu balita lainnya dilaporkan dalam kondisi kritis dan tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Saat kejadian nahas tersebut, keempat balita malang itu berada di rumah tanpa pengawasan orang dewasa. Ibu dari keempat anak tersebut diketahui sedang tidak berada di rumah, melainkan pergi bersama teman prianya. Aparat kepolisian setempat saat ini tengah berupaya keras untuk mengungkap penyebab pasti dari kebakaran yang menghancurkan rumah tersebut. Namun, proses penyelidikan terkendala oleh kondisi ibu korban yang masih mengalami trauma mendalam akibat kehilangan tragis anak-anaknya.

Ipda Haridin, Kasi Humas Polresta Kendari, menjelaskan bahwa tim dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulawesi Selatan akan segera diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kehadiran tim Labfor ini diharapkan dapat memberikan titik terang mengenai sumber api dan faktor-faktor lain yang menjadi penyebab utama kebakaran.

"Kami telah berkoordinasi dengan tim Labfor Makassar dan berharap mereka dapat segera tiba di Kendari," ujar Ipda Haridin.

Lebih lanjut, Ipda Haridin menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah ada unsur kelalaian dari pihak ibu korban dalam peristiwa ini. Hal ini dikarenakan kondisi psikologis ibu korban yang belum memungkinkan untuk dimintai keterangan.

"Ibu korban masih dalam kondisi trauma dan belum dapat memberikan keterangan. Kami akan menunggu hingga kondisinya membaik dan stabil sebelum meminta keterangannya," jelasnya.

Meski demikian, penyidik telah mengambil keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian saat kebakaran terjadi, termasuk para tetangga korban. Keterangan para saksi ini diharapkan dapat memberikan gambaran awal mengenai kronologi kejadian dan membantu mempercepat proses penyelidikan.

Kronologi Kejadian

Dalam insiden kebakaran tersebut, dua balita bernama AZP (1 tahun) dan ANP (2,5 tahun) dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, dua balita lainnya, AN (2,5 tahun), yang merupakan saudara kembar dari ANP, dan S (4 tahun), sempat diselamatkan oleh warga sekitar dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawa AN tidak dapat diselamatkan dan ia meninggal dunia sehari setelah kejadian.

Rumah yang menjadi lokasi kebakaran tersebut diketahui milik Yoman (51 tahun), kakek dari keempat balita tersebut. Namun, pada saat kejadian, Yoman sedang berada di Unaaha, Kabupaten Konawe, sehingga tidak berada di lokasi kejadian. Kepergian ibu korban bersama teman prianya meninggalkan keempat anaknya tanpa pengawasan di rumah, yang kemudian berujung pada tragedi kebakaran yang merenggut nyawa tiga anak tak berdosa.