Warga Buleleng Tewas: Keluarga Ungkap Dugaan Penganiayaan Oknum TNI
Keluarga KJ alias Basir, warga Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, Bali, masih berduka atas kematian tragis anggota keluarga mereka. Basir diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh tiga oknum anggota TNI. Gede Kamar Yasa, kakak kandung korban, menjadi saksi pertama yang melihat jenazah adiknya di RSUD Buleleng pada Senin (5/5/2025) lalu.
Kisah pilu ini bermula dari dugaan pencurian sepeda motor. Namun, pihak keluarga membantah dengan tegas tudingan tersebut. Ketut Jimat, salah satu anggota keluarga, menjelaskan bahwa permasalahan bermula dari peminjaman sepeda motor milik ibu dari Prada PAH, salah satu terduga pelaku. Jimat mengakui bahwa Basir sempat menggadaikan motor tersebut senilai Rp 2,2 juta, tetapi keluarga telah menebus dan mengembalikannya kepada pemiliknya.
Kronologi Kejadian
- Sabtu (3/5/2025): Adik korban, Ketut Juniari, bersama ayahnya mendatangi orang tua Prada PAH untuk meminta maaf atas tindakan Basir menggadaikan motor. Mereka berjanji akan bertanggung jawab mengembalikan motor dan meminta waktu sepekan.
- Minggu (4/5/2025): Prada PAH menghubungi Juniari dan menginformasikan bahwa motor telah ditemukan di Pupuan, Tabanan. Juniari mengirimkan uang tebusan sebesar Rp 2,2 juta dan motor dikembalikan.
- Senin (5/5/2025): Prada PAH kembali menghubungi Juniari dini hari, namun tidak diangkat. Pagi harinya, Juniari menghubungi balik dan mendapat jawaban dari Sertu KSY yang mengatakan Basir sedang tidur di kosan di Singaraja. Beberapa jam kemudian, keluarga menerima kabar duka bahwa Basir telah meninggal dunia.
Keluarga menduga Basir sempat disiksa sebelum meninggal dunia. Informasi yang mereka terima menyebutkan bahwa Basir dijemput paksa di Denpasar dan dibawa ke Singaraja. Keluarga menuding penganiayaan terjadi di dalam mobil. Gede Kamar Yasa mengungkapkan, jenazah adiknya ditemukan dengan banyak luka di sekujur tubuh, termasuk patah tulang leher, tangan, dan rusuk.
Keluarga besar Basir sangat terpukul dengan kejadian ini. Mereka menuntut keadilan dan meminta agar para pelaku dihukum seberat-beratnya. Mereka juga mendesak pihak berwenang untuk mengusut tuntas kasus ini, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain. Ketut Jimat bahkan menduga adanya unsur penculikan dan penyiksaan yang keji dalam kasus ini.
Sementara itu, Kapendam IX/Udayana, Kolonel Inf Candra, sebelumnya menyampaikan bahwa motif penganiayaan dilatarbelakangi emosi para pelaku akibat motor mereka dicuri dan digadaikan oleh korban. Namun, pernyataan ini dibantah oleh pihak keluarga korban.
Kasus ini kini tengah ditangani oleh Polisi Militer (POM). Prada PAH, Pratu MR, dan Sertu KSY masih dalam pemeriksaan intensif dan belum ditetapkan sebagai tersangka. Keluarga berharap agar proses hukum berjalan transparan dan para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatan mereka.