Eskalasi Konflik Global Meningkat, Pernyataan Prabowo Soal Potensi Perang Kembali Disorot

Eskalasi konflik global yang kian meningkat, termasuk ketegangan antara India dan Pakistan, membuat pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait kewaspadaan terhadap potensi perang kembali menjadi sorotan.

Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Presiden, mengakui bahwa dirinya sempat meragukan pernyataan Prabowo yang berulang kali disampaikan sejak kampanye pemilihan presiden. Namun, dengan eskalasi konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia, Hasan kini menyadari bahwa kekhawatiran Prabowo tersebut bukanlah isapan jempol belaka.

Dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Hasan menuturkan, "Ketika masa kampanye, ketika debat, Pak Prabowo bilang kita sebagai sebuah bangsa selalu harus siap dan waspada karena perang bisa terjadi kapan saja." Pernyataan ini, menurut Hasan, sempat dianggap remeh oleh banyak pihak, termasuk dirinya sendiri.

"Banyak ahli yang waktu itu entah naif, entah sok tahu, kita nggak tahu. Dia (banyak ahli) bilang 20 tahun ke depan nggak akan ada perang, dunia lagi damai kok, siapa yang hari ini mau perang. Kira-kira begitu kesimpulan banyak orang waktu itu," ujar Hasan, menggambarkan skeptisisme yang meluas terhadap kemungkinan terjadinya perang.

Namun, eskalasi konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia, seperti perang Rusia-Ukraina, invasi Israel ke Gaza, serta konflik antara India dan Pakistan, membuktikan bahwa kekhawatiran Prabowo memiliki dasar yang kuat. Hasan menekankan bahwa setiap konflik, di mana pun lokasinya, memiliki potensi untuk memberikan dampak global.

"Minggu ini, India perang dengan Pakistan," sebut Hasan, menyoroti salah satu contoh konflik yang eskalasinya mengkhawatirkan.

Lebih lanjut, Hasan Nasbi menekankan bahwa posisi geografis Indonesia membuat negara ini rentan terhadap dampak dari konflik-konflik yang terjadi di kawasan sekitarnya. Ia mengingatkan bahwa konflik antara India dan Pakistan, yang melibatkan negara-negara dengan kemampuan nuklir, merupakan ancaman nyata yang semakin mendekat.

"Minggu ini ada perang yang makin dekat ke negara kita. Nggak jauh ini. Ini beberapa jam penerbangan sudah sampai di daerah konflik di antara dua negara yang punya senjata nuklir," pungkasnya, menekankan urgensi untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

Berikut adalah daftar konflik yang disinggung:

  • Perang Rusia - Ukraina
  • Invasi Israel ke Gaza
  • Konflik Pakistan dan India