KWI Kirimkan Surat Ucapan Selamat kepada Paus Leo XIV, Optimis akan Kelanjutan Misi Perdamaian

Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, mengungkapkan rasa syukur atas terpilihnya Paus Leo XIV sebagai pemimpin baru Gereja Katolik. Sebagai bentuk dukungan dan harapan, KWI berencana mengirimkan surat resmi kepada Sri Paus.

Dalam konferensi pers yang diadakan di kantor KWI di Menteng, Jakarta Pusat, Mgr. Antonius menyampaikan bahwa surat tersebut tidak hanya berisi ucapan selamat atas terpilihnya Paus Leo XIV, tetapi juga ungkapan terima kasih atas kunjungan beliau sebelumnya ke Indonesia saat masih menjabat sebagai Superior General Ordo Santo Agustinus di Manokwari, Sorong, Papua. KWI berharap Paus Leo XIV bersedia kembali mengunjungi Indonesia dalam kapasitasnya sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik.

"Kami akan menulis surat ucapan terima kasih dan proficiat, sekaligus mengingatkan beliau tentang kunjungannya ke Indonesia sebagai Superior General," ujar Mgr. Antonius. "Siapa tahu, dengan kemurahan hatinya, beliau akan kembali berkunjung ke Indonesia sebagai Paus. Harapan ini juga kami sampaikan dalam surat tersebut."

Mgr. Antonius melihat adanya kesinambungan antara Paus Leo XIV dan pendahulunya, Paus Fransiskus. Ia optimis bahwa Paus Leo XIV akan melanjutkan perjuangan Paus Fransiskus dalam membela kaum miskin dan lemah serta memperjuangkan perdamaian dunia.

"Kami optimis dan bersuka cita bahwa apa yang telah diperjuangkan oleh Paus Fransiskus selama 12 tahun akan diteruskan oleh beliau, bahkan mungkin diintensifkan dengan energi yang luar biasa, mengingat usia beliau yang lebih muda dibandingkan Paus Fransiskus saat wafat," ungkap Mgr. Antonius. "Dengan usia 69 tahun, diharapkan Gereja Katolik akan terus menyuarakan suara kenabian untuk mewujudkan perdamaian dunia, membela mereka yang miskin, lemah, dan menderita."

Mgr. Antonius juga menyoroti pidato pertama Paus Leo XIV yang menyerukan damai sejahtera bagi seluruh umat. Menurutnya, pesan tersebut memberikan harapan di tengah berbagai tantangan global yang dihadapi dunia saat ini.

"Paus tampil pertama kali mengangkat tema damai sejahtera bagi kalian semua. Itu adalah kata-kata Yesus yang disampaikan kepada para murid-Nya yang sedang mengalami keterpurukan setelah wafatnya Yesus. Pesan itu memberikan harapan," jelasnya.

Paus Leo XIV juga menekankan pentingnya kerjasama dan mengajak para Kardinal untuk berjalan bersama dalam memimpin Gereja. Mgr. Antonius berharap Gereja Katolik di seluruh dunia dapat bersatu dalam membangun dunia yang lebih damai.

"Beliau mengajak untuk membangun jembatan dan berjalan bersama. Bahkan dalam perayaan Ekaristi pertama bersama para Kardinal, beliau menyampaikan pengantar dalam bahasa Inggris, mengajak para Bapak Kardinal untuk berjalan bersama dengannya, karena beliau tidak bisa berjalan sendiri dan membutuhkan dukungan mereka untuk mengembalakan Gereja dan membawa perdamaian," papar Mgr. Antonius.

Lebih lanjut, Mgr. Antonius meyakini bahwa arah Gereja Katolik di bawah kepemimpinan Paus Leo XIV akan melanjutkan nilai-nilai yang diusung oleh Paus Fransiskus. Ia melihat Paus Fransiskus sebagai sosok yang berada di jalur tengah antara kepemimpinan konservatif dan progresif.

"Paus Leo XIV saya kira akan meneruskan jejak beliau. Paus Fransiskus berada di jalur tengah, berusaha mendamaikan. Beliau tidak ingin membuang aturan dan hukum, tetapi juga tidak ingin menjadikan aturan dan hukum sebagai alat untuk menghukum, melainkan sebagai sarana untuk mengantar manusia menuju kehidupan yang lebih damai dan sejahtera. Ini sejalan dengan ajaran Yesus sendiri," pungkasnya.