Baitul Mal Lhokseumawe Alokasikan Dana Pendampingan Pasien Kurang Mampu
Pemerintah Kota Lhokseumawe, Aceh, melalui Baitul Mal, mengumumkan program bantuan keuangan untuk meringankan beban keluarga pasien kurang mampu yang menjalani rawat inap di rumah sakit. Inisiatif ini, yang telah mendapat persetujuan dari Wali Kota Sayuti Abubakar, bertujuan untuk memberikan dana pendampingan bagi keluarga pasien yang membutuhkan.
Program ini mengalokasikan dana antara Rp 100.000 hingga Rp 120.000 per hari untuk setiap keluarga pasien. Dana ini ditujukan untuk menutupi biaya makan pendamping selama pasien dirawat di rumah sakit. Baitul Mal Lhokseumawe telah menganggarkan dana sebesar Rp 500 juta untuk program ini pada tahun 2025.
Komisioner Baitul Mal Lhokseumawe, Sirajul Munir, menjelaskan bahwa petunjuk teknis pelaksanaan program sedang dalam tahap finalisasi dan diharapkan dapat mulai dijalankan pada pertengahan Mei 2025. Beliau menekankan bahwa program ini dirancang untuk membantu masyarakat miskin yang memiliki anggota keluarga yang sakit dan membutuhkan perawatan intensif.
Untuk mengajukan bantuan, keluarga pasien harus memenuhi beberapa persyaratan, di antaranya:
- Surat keterangan rawat inap dari rumah sakit.
- Surat keterangan tidak mampu dari kepala desa setempat.
- Khusus untuk kasus patah tulang, diperlukan hasil rontgen.
Besaran bantuan yang diberikan akan dihitung per hari dengan batas maksimal lima hari. Namun, Sirajul Munir menegaskan bahwa detail ini masih dalam tahap penyusunan dan akan segera disahkan.
Baitul Mal Lhokseumawe berkomitmen untuk mendukung program-program yang membantu masyarakat miskin, sejalan dengan visi Wali Kota Sayuti Abubakar. Lembaga ini juga mengajak pengusaha dan badan usaha di Lhokseumawe untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah mereka melalui Baitul Mal agar semakin banyak warga yang dapat terbantu.
Sirajul Munir berharap program ini dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Lhokseumawe yang membutuhkan. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan keluarga pasien dapat fokus pada penyembuhan anggota keluarga mereka tanpa terbebani oleh masalah keuangan.