Salatiga Diterjang Banjir dan Longsor Akibat Hujan Ekstrem, Aktivitas Warga Terganggu
Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Salatiga pada Minggu (11/5/2025) menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah. Curah hujan ekstrem yang berlangsung sejak siang hingga sore hari mengakibatkan sungai-sungai yang melintasi kawasan padat penduduk meluap, merendam permukiman warga dan menyebabkan kerusakan infrastruktur.
Beberapa daerah yang dilaporkan mengalami dampak terparah akibat banjir meliputi Kalioso, Kalitaman, Pancuran, dan area di sekitar Pasar Ayam. Ketinggian air yang mencapai lutut orang dewasa mengganggu aktivitas warga, memaksa mereka untuk mengungsi dan menyelamatkan barang-barang berharga. Selain itu, arus air yang deras juga merusak sejumlah kendaraan bermotor dan gerobak milik pedagang.
Di sisi lain, tanah longsor terjadi di wilayah Butuh, Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir. Material longsoran berupa tanah dan bebatuan menutup akses jalan utama, menghambat mobilitas warga antar wilayah. Kondisi ini mempersulit upaya evakuasi dan penyaluran bantuan.
Warga di wilayah terdampak banjir dan longsor bahu membahu melakukan upaya penanggulangan secara mandiri. Mereka membersihkan lumpur dan sampah yang menutupi jalan dan rumah-rumah mereka. Beberapa relawan juga turut membantu menyediakan makanan dan minuman bagi para korban.
Pemerintah Kota Salatiga melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menerjunkan tim untuk melakukan assessment dan memberikan bantuan darurat kepada para korban. Fokus utama saat ini adalah membersihkan area Pasar Ayam yang merupakan pusat perekonomian kota dan membuka kembali akses jalan yang tertutup longsor.
-
Dampak Banjir:
- Kalioso
- Kalitaman
- Pancuran
- Kompleks Pasar Ayam
- Dampak Longsor:
- RT 3/RW 1 Butuh, Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir
Meskipun tidak ada laporan korban jiwa atau luka serius, kerugian materiil akibat banjir dan longsor diperkirakan cukup besar. Pemerintah Kota Salatiga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir dan longsor susulan, terutama saat hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut.