Sorgum Didorong Jadi Andalan Baru Pangan Lokal dan Ekonomi Desa

Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menjadi lokasi kunjungan kerja Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, dalam rangka mempromosikan potensi sorgum sebagai komoditas unggulan. Agenda utama kunjungan ini adalah panen perdana sorgum bersertifikat di Dukuh Gelam, Desa Kedungwungu, Kecamatan Todanan. Panen seluas 0,5 hektar ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Menteri Yandri menyampaikan keyakinannya bahwa sorgum memiliki potensi besar untuk menjadi solusi alternatif pangan di Indonesia. Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan berbagai jenis tanaman pangan, termasuk sorgum. Hal ini sejalan dengan program "Bangun Desa Bangun Indonesia" yang salah satunya berfokus pada pengembangan desa ekspor dan ketahanan pangan lokal.

"Kita patut bersyukur atas kekayaan alam Indonesia. Dengan tanah yang subur, kita bisa menghasilkan berbagai alternatif pangan. Sorgum adalah salah satunya, dan ini bisa menjadi jawaban untuk mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia, sesuai dengan visi Bapak Presiden Prabowo," ujar Yandri.

Lebih lanjut, Yandri menjelaskan bahwa pengembangan sorgum tidak hanya sebatas pada aspek produksi, tetapi juga mencakup tata kelola yang baik dari hulu hingga hilir. Tujuannya adalah agar sorgum dapat memberikan nilai tambah dan menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan bagi masyarakat desa.

"Jika kita kelola dengan baik, sorgum ini akan memberikan harapan baru bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup mereka," kata Yandri.

Keunggulan Sorgum dari Sisi Kesehatan

Selain potensi ekonominya, sorgum juga memiliki sejumlah manfaat kesehatan yang signifikan. Yandri menyoroti kandungan serat sorgum yang lebih tinggi dibandingkan padi dan jagung. Kandungan serat yang tinggi ini sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung, mengendalikan tekanan darah, mencegah sel kanker, dan membantu mengendalikan berat badan.

"Sorgum ini kaya serat, jauh lebih tinggi dari padi dan jagung. Ini sangat baik untuk kesehatan, membantu menekan tekanan darah, mencegah penyakit jantung dan kanker, serta mengendalikan berat badan. Jadi, manfaatnya sangat banyak," jelasnya.

Blora Berpotensi Jadi Pusat Sorgum Nasional

Yandri optimis bahwa dengan peningkatan literasi dan kesadaran masyarakat tentang manfaat sorgum, tanaman ini dapat menjadi makanan pokok sehari-hari. Ia bahkan mendukung Blora untuk menjadi pusat pengembangan sorgum nasional.

"Saya sangat setuju jika Blora menjadi pusat sorgum nasional. Ini adalah peluang yang sangat bagus, dan saya yakin sorgum akan menjadi idola di masa depan," ungkapnya.

Sorgum yang dipanen di Blora juga telah memiliki sertifikasi, yang akan meningkatkan nilai jual produk tersebut. Yandri berharap bahwa sertifikasi ini akan memberikan jaminan kualitas dan membuka peluang pasar ekspor bagi sorgum Blora.

"Dengan sertifikasi ini, sorgum Blora memiliki daya saing yang lebih tinggi. Jika produk ini diekspor ke Korea, Jepang, atau negara lain, jejak sertifikasi dari Blora akan tetap melekat," tambahnya.

Yandri meyakini bahwa konsumsi sorgum dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat. Ia juga melihat sorgum sebagai salah satu solusi untuk mengatasi masalah krisis pangan dan stunting di Indonesia.

"Sorgum ini mendukung cita-cita Bapak Presiden Prabowo untuk membangun dari desa, mewujudkan pemerataan ekonomi, dan memberantas kemiskinan. Dengan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan sorgum, kita dapat meminimalisir krisis pangan dan menurunkan angka stunting. InsyaAllah, desa-desa di Indonesia akan semakin sejahtera dengan berbagai pilihan untuk berusaha," pungkasnya.