Lonjakan Drastis Mahasiswa Internasional di Jepang: Faktor Yen dan Peluang Kerja Jadi Daya Tarik Utama

Gelombang Baru Mahasiswa Asing Membanjiri Jepang: Rekor Tertinggi Terpecahkan

Jepang kembali menjadi magnet bagi pelajar internasional. Data terbaru dari Badan Layanan Mahasiswa Jepang (JASSO) menunjukkan lonjakan signifikan jumlah mahasiswa asing yang belajar di Negeri Sakura. Per 1 Mei 2024, tercatat 336.708 mahasiswa asing, melonjak 21% dibandingkan tahun sebelumnya, menandai rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Fenomena ini dipicu oleh berbagai faktor, salah satunya adalah melemahnya nilai tukar Yen. Kondisi ini membuat biaya hidup dan pendidikan di Jepang menjadi lebih terjangkau dibandingkan negara-negara Barat, menjadikan Jepang sebagai destinasi studi yang menarik secara finansial. Pemulihan pasca pandemi Covid-19 juga berperan penting, membuka kembali pintu bagi mahasiswa internasional yang sempat tertunda.

Negara Asal Mahasiswa Asing: Dominasi Asia

Data JASSO mengungkap peta asal negara mahasiswa asing di Jepang:

  • China: Tetap menjadi negara penyumbang mahasiswa asing terbesar, dengan lebih dari 100.000 pelajar.
  • Nepal: Mengalami peningkatan paling signifikan, mencapai 26.938 mahasiswa, melonjak 71,1% dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Vietnam: Menyusul di posisi ketiga, dengan peningkatan 11%.
  • Myanmar: Juga mencatat lonjakan drastis, meningkat 113,5%.
  • Korea Selatan: Menempati posisi kelima dengan peningkatan moderat.

Lonjakan ini terlihat baik pada jenjang universitas dan sekolah kejuruan (senmon gakkou), yang mencatat peningkatan 22% menjadi 229.467 mahasiswa, maupun di lembaga pendidikan bahasa Jepang, yang naik 18% menjadi 107.241 mahasiswa. Kedua kategori ini juga mencetak rekor tertinggi.

Strategi Jepang Menarik Mahasiswa Internasional

Pejabat pemerintah terkait menekankan bahwa melemahnya Yen dan penurunan angka kelahiran di Jepang mendorong pemerintah dan universitas untuk meningkatkan upaya menarik mahasiswa asing, termasuk melalui program beasiswa. Asosiasi Universitas Nasional Jepang menargetkan 30% mahasiswa asing di universitas nasional pada tahun 2040. Universitas swasta seperti Waseda juga menetapkan target ambisius, yaitu 10.000 mahasiswa asing atau 20% dari total mahasiswa pada tahun 2032.

Selain itu, pemerintah Jepang memperluas cakupan izin tinggal Pekerja Berketerampilan Khusus (Tokutei Ginou) untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di berbagai sektor. Target ambisius pemerintah adalah meningkatkan jumlah mahasiswa asing menjadi 400.000 orang, termasuk siswa sekolah menengah atas, pada tahun 2033, sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat daya saing global dan mengatasi tantangan demografis.