Operasi SAR Pendaki Hilang di Gunung Binaiya Kembali Digelar

Upaya pencarian Firdaus Ahmad Fauzi (27), pendaki yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Binaiya, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, kembali diintensifkan. Balai Taman Nasional Manusela mengumumkan dimulainya kembali operasi SAR (Search and Rescue) terhitung sejak hari ini, dengan alokasi waktu pencarian selama tujuh hari ke depan.

Kepala Balai Taman Nasional Manusela, Deny Rahadi, menyatakan bahwa keputusan untuk melanjutkan pencarian ini diambil berdasarkan desakan dari berbagai pihak, termasuk dukungan penuh dari Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata. Fokus utama pencarian akan diarahkan ke jalur pendakian Nasapeha, yang merupakan titik terakhir Firdaus terlihat sebelum terpisah dari rombongannya. Selain itu, tim SAR juga akan menyisir area Kali Yahe, lokasi ditemukannya sejumlah petunjuk seperti jejak sepatu dan puntung rokok yang diduga milik korban.

"Metode pencarian akan dilakukan dengan penjelajahan intensif di lokasi-lokasi yang dianggap sebagai area potensial hilangnya saudara Firdaus," ungkap Deny Rahadi. Ia menambahkan bahwa relawan dan masyarakat setempat telah menyatakan kesiapan mereka untuk turut serta dalam operasi pencarian ini.

Nasir Rumra, Koordinator Relawan Pencarian Firdaus, menjelaskan bahwa briefing koordinasi untuk operasi pencarian lanjutan telah dilaksanakan di Desa Piliana, dengan dihadiri oleh Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata. Dalam kegiatan tersebut juga didirikan posko sebagai pusat komando dan koordinasi lapangan. Nasir Rumra menyatakan optimisme bahwa operasi pencarian yang kembali diaktifkan ini akan membuahkan hasil positif.

Sebelumnya, Firdaus dilaporkan hilang setelah terpisah dari rombongannya saat melakukan pendakian di Gunung Binaiya pada hari Sabtu, 26 April. Operasi SAR awal telah dilakukan selama tujuh hari, namun dihentikan pada Minggu, 4 Mei, sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas, karena tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Kepala Basarnas Ambon, Muhamad Arafah, saat itu menjelaskan bahwa penghentian operasi SAR dilakukan karena pencarian telah berlangsung selama periode waktu yang ditetapkan dan tanpa adanya indikasi penemuan korban.

Berikut adalah area fokus utama pencarian:

  • Jalur Pendakian Nasapeha: Lokasi terakhir korban terlihat.
  • Kali Yahe: Tempat ditemukannya jejak sepatu dan puntung rokok yang diduga milik korban.
  • Area potensial hilangnya korban di sekitar Gunung Binaiya.

Upaya pencarian intensif ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Balai Taman Nasional Manusela, Basarnas, relawan, masyarakat setempat, dan pemerintah Kabupaten Maluku Tengah. Diharapkan dengan sinergi dan kerja keras dari semua pihak, Firdaus Ahmad Fauzi dapat segera ditemukan.