AS dan China Sepakati Gencatan Senjata Dagang, Pasar Global Bergejolak Positif
Gencatan Senjata Dagang AS-China Picu Optimisme Pasar Global
Kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan China untuk menangguhkan pemberlakuan tarif baru selama 90 hari telah memicu gelombang optimisme di pasar keuangan global. Pengumuman ini menyusul perundingan intensif selama dua hari di Jenewa, Swiss, yang menghasilkan komitmen untuk menurunkan tarif timbal balik secara signifikan.
Detail Kesepakatan dan Reaksi Pasar
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dan Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, mengungkapkan bahwa tarif akan dikurangi dari level lebih dari 100 persen menjadi hanya 10 persen selama periode 90 hari tersebut. Meskipun demikian, tarif 20 persen tetap berlaku untuk produk terkait fentanyl dari China, sehingga total tarif untuk produk tersebut menjadi 30 persen.
Pengumuman ini disambut dengan antusias oleh pasar. Indeks Stoxx 600 Eropa melonjak 1 persen, sementara indeks DAX Jerman mencapai titik tertinggi dalam setahun. Saham-saham yang terdaftar di Hong Kong juga mengalami kenaikan signifikan, mencapai sekitar 3 persen.
Di Wall Street, kontrak berjangka indeks Nasdaq melonjak 3,8 persen, S&P 500 naik 2,8 persen, dan Dow Jones menguat 3,1 persen sebelum pembukaan perdagangan. Analis dari Wedbush, Dan Ives, menyebut kesepakatan ini sebagai "kemenangan besar bagi pasar dan para investor bullish", menggambarkan pemangkasan tarif yang substansial sebagai skenario impian yang melampaui ekspektasi pasar.
Sentimen Positif dan Kewaspadaan yang Berkelanjutan
Tai Hui, Kepala Strategi Pasar Asia Pasifik di JPMorgan Asset Management, menyatakan bahwa kesepakatan ini berpotensi memicu kembali sentimen "risk-on" di pasar. Namun, ia mengingatkan bahwa periode 90 hari mungkin tidak cukup untuk mencapai kesepakatan dagang yang komprehensif.
Jordan Rochester dari Mizuho Bank menggambarkan kesepakatan ini sebagai "kabar yang jauh lebih baik dari perkiraan", yang dapat meredakan narasi "Sell America" yang sebelumnya mendominasi pasar. Indeks dolar AS naik 1 persen, sementara imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun naik enam basis poin.
Implikasi Global dan Sektor yang Diuntungkan
Analis senior di Sydbank, Mikkel Emil Jensen, menilai jeda tarif ini sebagai "penurunan eskalasi besar" dalam perang dagang AS-China, yang berpotensi mendorong peningkatan permintaan global dan berdampak positif pada perdagangan dunia, termasuk sektor pelayaran. Saham perusahaan pengapalan Maersk melonjak lebih dari 12 persen.
Deutsche Bank merekomendasikan investor untuk mempertimbangkan kembali sektor-sektor yang sebelumnya terdampak tarif, seperti manufaktur dan logistik, tetapi tetap berhati-hati terhadap sektor otomotif, kesehatan, dan semikonduktor.
Menuju Kesepakatan yang Lebih Komprehensif?
Para analis sepakat bahwa kesepakatan sementara ini membuka jalan bagi negosiasi yang lebih luas antara kedua negara. Ives memperkirakan tarif akan turun lebih jauh dalam beberapa bulan mendatang seiring dengan kemajuan negosiasi.
Lindsay James dari Quilter menyatakan bahwa tarif saat ini, meskipun belum kembali ke tingkat ideal, cukup untuk memungkinkan aktivitas perdagangan kembali bergulir, meskipun dengan harga yang sedikit lebih tinggi. Para pelaku pasar kini menatap periode 90 hari ke depan dengan harapan, sambil tetap waspada terhadap dinamika baru yang mungkin muncul.
- Penurunan tarif diharapkan dapat meningkatkan sentimen positif di pasar.
- Sektor manufaktur dan logistik berpotensi diuntungkan dari kesepakatan ini.
- Negosiasi lebih lanjut diperlukan untuk mencapai kesepakatan dagang yang komprehensif.