Gunung Dukono di Halmahera Utara Erupsi, Lontarkan Abu Vulkanik hingga 3.087 Meter

Gunung Dukono Erupsi: Lontaran Abu Capai 3.087 Meter di Atas Permukaan Laut

Gunung Dukono, yang terletak di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, mengalami erupsi pada Minggu, 9 Maret 2025. Erupsi ini ditandai dengan lontaran abu vulkanik yang mencapai ketinggian signifikan, teramati setinggi 2.000 meter di atas puncak gunung atau setara dengan 3.087 meter di atas permukaan laut. Kolom abu yang membumbung tinggi tersebut berwarna kelabu dengan intensitas tebal, dan terpantau condong mengarah ke barat laut. Berdasarkan data seismograf dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono, erupsi terekam dengan amplitudo maksimum (amax) 34 milimeter dan durasi 47,13 detik. Laporan dari PGA Dukono mengindikasikan bahwa aktivitas erupsi masih berlangsung hingga laporan ini disusun.

Petugas PGA Dukono, M. Saum Amin, menyampaikan keterangan resmi terkait peristiwa ini. Ia menekankan bahwa meskipun erupsi terjadi, Gunung Dukono saat ini masih berada pada Status Level II atau Waspada. Meski demikian, peringatan bahaya tetap dikeluarkan untuk masyarakat sekitar dan wisatawan. Aktivitas pendakian dan segala bentuk aktivitas di dalam radius 4 kilometer dari kawah Malupang Warirang sangat dilarang. Bahaya ini terkait potensi paparan abu vulkanik dan potensi bahaya erupsi susulan.

Saum Amin juga menjelaskan bahwa letusan dengan abu vulkanik merupakan fenomena periodik di Gunung Dukono. Sebaran abu vulkanik sangat dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin, sehingga area yang terdampak abu dapat berubah-ubah. Oleh karena itu, upaya mitigasi bencana menjadi sangat penting. Pihak PGA Dukono merekomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono selalu mempersiapkan masker dan menggunakannya saat diperlukan untuk menghindari dampak buruk abu vulkanik terhadap sistem pernapasan. Penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan aktivitas Gunung Dukono.

Rekomendasi Keselamatan:

  • Hindari aktivitas dalam radius 4 kilometer dari kawah Malupang Warirang.
  • Selalu gunakan masker jika terjadi hujan abu vulkanik.
  • Ikuti arahan dan informasi resmi dari Pos Pengamatan Gunung Api Dukono dan instansi terkait.
  • Siapkan rencana evakuasi jika diperlukan.

Kejadian ini menggarisbawahi pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam di wilayah rawan gunung api. Masyarakat diharapkan tetap tenang, namun tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan pihak berwenang untuk langkah-langkah keselamatan yang perlu diambil.