Tragedi Kapal Wisata di Bengkulu: Jumlah Korban Meninggal Bertambah Menjadi Delapan Orang
Tragedi kapal wisata Tiga Putra yang karam saat perjalanan menuju Pulau Tikus, Bengkulu, terus memakan korban. Pemerintah Provinsi Bengkulu mengumumkan perkembangan terbaru terkait musibah tersebut. Jumlah penumpang yang semula dilaporkan 104 orang, kini bertambah menjadi 107 orang.
Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolresta Bengkulu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal dunia juga mengalami peningkatan. Awalnya dilaporkan tujuh orang, namun bertambah satu orang lagi, sehingga total korban meninggal menjadi delapan orang. Korban meninggal dunia yang baru teridentifikasi bernama Silvia Alvionita, seorang wanita berusia 27 tahun yang berasal dari Kabupaten Rejang Lebong.
Berikut daftar lengkap korban meninggal dunia:
- Riska Nurjanah (28) - Lubuk Linggau, Sumatera Selatan
- Tesa (20) - Kabupaten Kepahiang
- Ratna Kurniati (28)
- Nesya Zoya Amanda
- Rianci (29) - Padang
- Suwantra - Muaro Bungo, Jambi
- Yuni Saputri - Bengkulu Utara
- Silvia Alvionita (27) - Kabupaten Rejang Lebong
Menurut keterangan resmi yang diperoleh dari pihak kepolisian, kapal Tiga Putra yang dinakhodai oleh Edi Susanto berangkat dari Pulau Tikus menuju Kota Bengkulu pada Minggu (11/5/2025) sekitar pukul 15.28 WIB. Awalnya, perjalanan berlangsung lancar tanpa kendala apapun. Namun, di tengah perjalanan, kapal tiba-tiba mengalami mati mesin.
Nakhoda kapal, Edi Susanto, memerintahkan anak buah kapal (ABK) untuk mengisi bahan bakar. Sayangnya, masalah mesin kembali terjadi, bahkan hingga tiga kali. Pada saat mesin mati untuk ketiga kalinya, kapal berada dalam posisi miring dan kemudian terbalik. Akibatnya, seluruh penumpang dan ABK terlempar ke laut.
Pasca kejadian, tim penanganan musibah segera dibentuk. Tim ini terdiri dari berbagai unsur, termasuk BPBD, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, Basarnas, dan pihak-pihak terkait lainnya. Tim ini bertugas untuk melakukan koordinasi dan penanganan bencana, termasuk proses pencarian dan evakuasi korban.