Debut Septian Bagaskara dan Strategi Kluivert di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Debut Septian Bagaskara dan Strategi Kluivert di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Pengumuman skuad Tim Nasional Indonesia untuk menghadapi putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia telah dirilis PSSI. Dua laga berat menanti Garuda: tandang ke Australia pada 20 Maret dan menjamu Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 25 Maret. Daftar pemain yang diumumkan ini menandai momen penting, sebagai Garuda Calling pertama di bawah arahan pelatih kepala Patrick Kluivert. Daftar tersebut menghadirkan beberapa kejutan, salah satunya adalah pemanggilan Septian Bagaskara, striker Dewa United yang tampil impresif di Liga 1 2024-2025 dengan torehan tujuh gol dan satu assist.
Kehadiran Bagaskara di skuad ini cukup mengejutkan, mengingat beberapa pemain langganan Timnas seperti Witan Sulaeman, Asnawi Mangkualam, Yakob Sayuri, dan Yance Sayuri justru absen. Namun, menurut pengamat sepak bola Gita Suwondo, keputusan pelatih Kluivert untuk memanggil 30 pemain, termasuk Bagaskara, merupakan strategi yang masuk akal mengingat padatnya jadwal dan potensi cedera pemain. Ia menekankan pentingnya kedalaman skuad untuk menghadapi dua laga krusial tersebut. Kemungkinan kartu merah, atau ketidakmampuan pemain naturalisasi seperti Ragnar dan Justin Hubner untuk tampil melawan Australia, menjadi pertimbangan utama.
"Dengan masih menunggu tiga pemain naturalisasi untuk melengkapi skuad menjadi 30 pemain, ini bukan kejutan," ujar Gita Suwondo. "Mengapa? Karena memang harus tebal squad-nya. Bisa saja ada kartu merah yang membuat pemain tidak bisa tampil lawan Bahrain setelah menghadapi Australia. Ragnar dan Justin Hubner, misalnya, tidak bisa bermain lawan Australia." Ia menambahkan bahwa keputusan memanggil Bagaskara sejalan dengan performa apiknya di Liga 1. Meskipun bukan pilihan utama, potensi Bagaskara sebagai pemain pengganti atau bahkan starter, khususnya dalam laga melawan Bahrain, tetap terbuka lebar.
"Mungkin yang mengejutkan itu Bagaskara, ya. Tapi sebenarnya tidak terlalu mengejutkan juga melihat penampilannya di Dewa United sejauh ini yang memang bagus," kata Gita. Ia mencatat komitmen Kluivert untuk memantau Liga 1, yang terbukti dengan masuknya Bagaskara sebagai pemain ketiga dari Dewa United setelah Egy Maulana Vikri dan Ricky Kambuaya. Gita juga menyoroti pemanggilan Nathan Tjoe-A-On meskipun menit bermainnya di klub relatif minim, sebuah keputusan yang menurutnya cukup menarik dan patut dipertanyakan.
Terkait dengan pemain naturalisasi, Emil Audero, Joey Pelupessy, dan Dean James, masih dalam proses dan diharapkan bergabung sebelum batas akhir pemanggilan pada 13 Maret 2025. Jika semua berjalan lancar, skuad Timnas Indonesia akan lengkap dengan 30 pemain. Strategi Kluivert dalam menyusun skuad ini, termasuk keputusan kontroversial dan pilihan-pilihan tak terduga, akan diuji dalam dua laga kualifikasi Piala Dunia yang akan datang, menentukan langkah Indonesia di ajang bergengsi tersebut.
Daftar Pemain yang Tidak Dipanggil (Sebagian):
- Witan Sulaeman (Persija Jakarta)
- Asnawi Mangkualam (Port FC)
- Yakob Sayuri (Malut United)
- Yance Sayuri (Malut United)