Kesamaan Kebijakan Eri Cahyadi dan Dedi Mulyadi: Larangan Pungutan Sekolah dan Pembinaan Disiplin
Pemerintah Kota Surabaya di bawah kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi mengambil beberapa kebijakan yang memiliki kemiripan dengan langkah-langkah yang pernah diterapkan oleh mantan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Kebijakan-kebijakan ini berfokus pada upaya meringankan beban biaya pendidikan bagi wali murid dan meningkatkan kedisiplinan siswa.
Salah satu kebijakan yang mencolok adalah pelarangan study tour dan acara perpisahan sekolah yang mewah. Eri Cahyadi dengan tegas melarang sekolah-sekolah negeri di Surabaya, terutama tingkat SD dan SMP, untuk mengadakan kegiatan wisata atau wisuda yang memungut biaya dari siswa. Alasan di balik kebijakan ini adalah untuk menghindari adanya siswa yang merasa minder atau terbebani karena ketidakmampuan ekonomi orang tua mereka untuk mengikuti kegiatan tersebut. Meskipun sekolah tidak mewajibkan, kegiatan semacam itu dapat menciptakan kesenjangan sosial di antara siswa. Sanksi tegas akan diberikan kepada guru atau kepala sekolah negeri yang melanggar larangan ini. Pengecualian diberikan jika sekolah dapat menyelenggarakan kegiatan tersebut dengan sumber dana di luar iuran wali murid, seperti donasi.
Selain itu, Pemkot Surabaya juga memiliki program yang mirip dengan pembinaan disiplin yang pernah dilakukan Dedi Mulyadi, yaitu program "Sekolah Kebangsaan". Program ini bertujuan untuk memperkuat karakter dan kedisiplinan siswa dengan melibatkan pihak militer. Sejak tahun 2023, program ini telah berhasil menekan angka tawuran dan kenakalan remaja di Surabaya. Dalam Sekolah Kebangsaan, siswa digembleng dengan berbagai kegiatan seperti pelatihan fisik, baris berbaris, dan materi wawasan kebangsaan. Program ini juga memberikan pembekalan kiat sukses untuk membentuk karakter dan kepribadian siswa. Ke depan, Pemkot Surabaya berencana memperkuat Sekolah Kebangsaan melalui Sekolah Rakyat, yang akan menyisipkan materi kebangsaan dengan melibatkan TNI. Dengan demikian, diharapkan siswa dapat menjadi pribadi yang lebih disiplin, mandiri, dan memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi.
Berikut ini rincian program Sekolah Kebangsaan:
- Pelaksanaan: Sejak tahun 2023
- Mitra: TNI AL (Pangkalan Angkatan Laut Juanda)
- Lokasi: Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) Juanda
- Peserta: Siswa SMP hingga SMA/SMK
- Kegiatan:
- Bangun pagi (04.30 WIB)
- Ibadah
- Apel pembinaan fisik
- Pelatihan baris berbaris
- Materi wawasan kebangsaan
- Pembekalan kiat sukses
Program Sekolah Kebangsaan terbukti efektif dalam menekan kasus kekerasan remaja di Surabaya. Para peserta program juga menjadi duta kebangsaan bagi teman-teman sebaya mereka. Dengan pengembangan program Sekolah Rakyat, diharapkan nilai-nilai kebangsaan dapat lebih meresap dalam diri generasi muda Surabaya.