Polisi Tangkap Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan oleh Debt Collector Gadungan di Bekasi
Aparat kepolisian berhasil meringkus seorang pria berinisial EHO, yang diduga kuat terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap seorang warga di Bekasi Selatan, Kota Bekasi. EHO merupakan bagian dari kelompok yang menyamar sebagai debt collector. Penangkapan ini dikonfirmasi oleh Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Binsar Hatorangan Sianturi pada hari Selasa (13/5/2025).
Kompol Binsar menjelaskan bahwa EHO telah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini ditahan di Mapolres Metro Bekasi Kota. Pihaknya juga tengah memburu pelaku-pelaku lain yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk menindak tegas para pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat.
Insiden pengeroyokan ini terjadi pada hari Selasa (6/5/2025). Korban, yang baru saja tiba di sebuah rest area bersama seorang saksi, tiba-tiba dihampiri oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai debt collector. Para pelaku langsung bertindak agresif, menarik tangan korban hingga menyebabkan luka lecet di jari manis tangan kirinya. Mereka kemudian mengambil kunci mobil korban dan berdalih akan membawa korban ke Polres Metro Bekasi Kota untuk menyelesaikan masalah tunggakan kendaraan.
Namun, alih-alih membawa ke kantor polisi, para pelaku justru melakukan kekerasan terhadap korban dan saksi. Saksi dicekik lehernya, sementara korban dikeroyok dengan cara dipukul, dicekik, dan ditendang. Akibatnya, korban mengalami luka lebam dan bengkak di bagian mata kanan, benjol di kepala sebelah kiri, serta luka di perut. Setelah melakukan penganiayaan, para pelaku menurunkan korban dan saksi di jalan dan melarikan diri dengan membawa mobil korban.
Berikut adalah rincian luka yang dialami korban akibat pengeroyokan:
- Luka lebam dan bengkak di mata kanan
- Benjol di kepala sebelah kiri
- Luka di perut
Kasus ini masih dalam pengembangan lebih lanjut oleh pihak kepolisian untuk menangkap seluruh pelaku yang terlibat dan mengungkap motif sebenarnya dari aksi pengeroyokan tersebut.