Antisipasi Banjir Lahar Semeru, Pemkab Lumajang Siapkan Mitigasi Kerusakan Tanggul
Antisipasi Banjir Lahar Semeru, Pemkab Lumajang Siapkan Mitigasi Kerusakan Tanggul
Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, bergerak cepat menyusun serangkaian langkah mitigasi untuk menghadapi potensi banjir lahar hujan dari Gunung Semeru. Hal ini menyusul kondisi kritis salah satu tanggul penahan banjir yang terletak di Dusun Kebondeli Selatan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.
Kondisi tanggul yang memprihatinkan ini menjadi perhatian serius, dimana sekitar 500 meter dari total 2 kilometer tanggul mengalami kerusakan yang signifikan. Erosi telah menggerus tanggul hingga ketebalannya hanya tersisa 50 sentimeter. Lebih mengkhawatirkan lagi, di balik tanggul yang mulai rapuh ini, terdapat sekitar 256 jiwa penduduk yang bermukim dan terancam keselamatannya.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengambil tindakan cepat dan efektif dalam mengatasi situasi darurat ini. Beberapa langkah strategis telah disiapkan untuk mencegah kerusakan tanggul semakin meluas dan melindungi warga dari potensi bahaya banjir lahar.
Adapun langkah-langkah yang akan ditempuh oleh Pemkab Lumajang antara lain:
- Pemasangan Bronjong: Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah akan memasang beronjong yang terbuat dari tumpukan batu untuk menutupi lubang dan bagian tanggul yang terkikis. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat struktur tanggul dan menahan laju erosi.
- Pengalihan Arus Sungai: Langkah selanjutnya adalah mengalihkan aliran sungai ke sisi selatan, menjauhi tanggul yang kondisinya sudah memprihatinkan. Dengan membelokkan arah aliran sungai, diharapkan tekanan air yang menghantam tanggul saat banjir dapat dikurangi secara signifikan.
- Pemasangan Krip: Setelah pengalihan arus sungai, Pemkab Lumajang juga berencana memasang krip atau penghalang arus sepanjang 100 meter. Fungsi krip ini adalah untuk mengarahkan aliran air dan memecah energi banjir, sehingga tidak langsung menghantam tanggul.
Selain upaya-upaya fisik di lapangan, Pemkab Lumajang juga telah menetapkan masa tanggap darurat bencana selama 90 hari. Status ini memungkinkan pemerintah daerah untuk mempercepat proses penanganan kerusakan tanggul dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara lebih fleksibel dan efisien. Penetapan status tanggap darurat ini juga memungkinkan alokasi sumber daya yang lebih cepat dan terkoordinasi, melibatkan berbagai pihak terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), serta unsur-unsur masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Lumajang terus berupaya untuk meminimalisir risiko dan dampak yang mungkin terjadi akibat banjir lahar hujan Gunung Semeru. Dengan langkah-langkah mitigasi yang komprehensif dan terkoordinasi, diharapkan keselamatan warga dapat terjamin dan kerugian akibat bencana dapat diminimalisir.
Kondisi terkini tanggul terus dipantau secara berkala. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam menghadapi potensi ancaman bencana.